Senin, 12 Maret 2012

Anakku.....jadilah Bidadariku dan BidadariNya

Aku pernah merasa bahwa aku tidak akan bertahan lebih lama. Aku merasa sangat lemah dalam raga ini dan begitu ringkihnya hingga aku harus tersungkur beberapa kali, tapi aku bersyukur bidadariku tak pernah melihatku dalam keadaan tak berdaya, karena aku pun ingin tampak kuat dimatanya. Pada penglihatannya hanya akan ketabahan dan kesabaran saja yang tampak, meski kelak dia pun akan menyadari bahwa tidak apa-apa dengan air mata. 

Semalam aku begitu terpana dengan tubuh ini, sudah banyak bekas goresan pisau operasi, dan aku masih ingat betul wajah-wajah tim dokternya, meski aku yakin mereka tak sedikitpun mengingatku. Dan sekarang, ruang operasi sudah mulai terancang dalam alam pikiranku. Aku mulai membayangkan diriku tak berdaya ditangan-tangan para dokter.

Aku mengusap kening bidadariku dan aku mulai berair mata….. Aku tidak menangisi takdirku, aku hanya tak bisa kendalikan keinginanku untuk bisa menemaninya lebih lama. Aku hanya tidak mau berakhir pada saat bidadariku masih kecil, aku masih ingin bersamanya…..dan semoga Allah tidak menggariskan mautku dalam waktu dekat ini.

Aku masih belum banyak mengenalkanMu pada bidadariMu, aku masih sedikit memberikan ilmuMu…..aku masih ingin membekalinya lebih banyak lagi agar dia kuat berjalan antara mereka yang tidak semuanya menyadari Iman dan Islam.

Nak, bila engkau besar kelak….engkau akan tahu bagaimana perjuanganku untuk tetap bersamamu ? Janganlah takut sayang, aku akan selalu ada bersamamu, meski aku harus pergi meninggalkanmu.
Nak, hidup itu keras, kejamnya sempat melukaiku berkali-kali…..dan kamu harus tetap kuat, tidak cengeng seperti aku.

Tetaplah buka mata hatimu, waspadai para munafik yang hanya ingin terlihat indah saja dimatamu……jangan mencari musuh karena dia akan tampak dengan sendirinya dihadapanmu, dan ketahuilah Nak, waktu akan memilah dan mimilihkan dan menyisakan yang terbaik saja untukmu. Yakinlah saja Nak, bila kita niatkan untuk menggapai Ridha Allah, maka semuanya akan baik-baik saja.

Nak, engkau bidadari Allah yang Dia turunkan untuk mentawarkan segala duka. Engkau sangat istimewa karena engkau hadir diantara do’a-do’a indah yang dimunajatkan dengan hati yang tulus. Engkau tidak meminta untuk dilahirkan namun kamilah yang meminta kedatanganmu…..dan dengan mendekapmu kini aku pun merasa begitu sempurna dan merasa istimewa karena dipilihNya untuk menjagai salah satu bidadari surgaNya.

Nak, setiap saat kuoerhatikan parasmu, aku selalu kagum dalam hati “Engkau cantik…. Engkau makhluk Allah yang sangat cantik. Aku yakin Allah telah membentukmu selama dalam kandunganku hingga memiliki kecantikan itu.” Dan sering aku lontarkan ucapan “Adek kok cantik sih ?” dan engkau hanya tersenyum saja.

Tapi Nak, kecantikan yang kamu miliki akan semakin berkurang kelak, dan kecantikan hatimulah yang kekal bahkan sampai saat kamu tiada. Percantiklah jiwamu Nak, hiasi selalu hatimu dengan firman-firman Allah. Hijabi auratmu dengan iman dan Islam, semua itu yang akan menyelamatkanmu dunia akhirat, semuanya itu yang akan menempatkanmu di JannahNya.

Ingatlah Nak, tidak ada kebahagiaan yang bisa kau rasakan bila kau mendapatkannya dengan cara buruk, tidak dibenarkan menyakiti demi mendapatkan keinginan sendiri, tidak boleh melukai hanya untuk membela kata hati sendiri. Kita tidak hidup sendiri Nak, kita pun memerlukan kehadiran mereka.

Anakku, bidadari kecilku, aku sangat ingin menyampaikan semua itu dengan lisanku, dengan ucapanku saat kita bicara berdua saja. Aku tidak ingin kau mengetahuinya dari orang lain juga dari tulisan ini, betapa aku mencintaimu sebagai balasan cinta Allah kepadaku.
Aku masih ingin jagai tidur malammu, aku masih ingin memandikanmu, mandi berendam bersamamu…..aku masih ingin bergulingan di rumput denganmu, bermain pasir membangun benteng dan istana kecil kita. 

Nak, jika takdir tidak seperti yang kita inginkan, ketahuilah itu hanya ujian yang akan makin menguatkan iman kita, jangan menyerah sayang…..mamah disini jagaimu.