Rabu, 03 Agustus 2011

SELUBUNG HIJABKU


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 04 Agustus 2011 jam 13:14
Teman kantorku pernah ada yang bertanya, “Kenapa kamu selalu pakai kerudung ?” dan aku tersenyum saja mendapat pertanyaan semacam itu karena aku tahu temanku tadi adalah non muslim yang pemahamannya pada jilbab diartikannya sama dengan baju adat yang dikenakan hanya pada saat beribadah atau pada acara-acara formal tertentu saja.

Dia tidak tahu dan aku pun tidak memaksakan agar dia bisa mengerti bahwa kerudungku ini adalah bagian dari pakaianku, dan bila aku tidak memakainya sama halnya dengan aku berpakaian dengan tidak lengkap dan itu artinya aku telanjang.

Mungkin sekarang lagi model pakaian yang serba minim, minim bahan dan minim jahitan. Tapi aku tetap punya pilihan untuk tidak memilih pakaian yang seperti itu, karena setahuku pakaianku haruslah menutup aurat.

Aku memutuskan untuk berjilbab saat aku mendapatkan seruannya dalam mimpiku suatu malam. Aku hanya mendengar suara saja “Akan lebih baik bila ini tertutup….”

Suara agung itu tanpa aku tahu siapa pemiliknya, dan ku akui aku berhijab sejak aku mendapatkan mimpi itu. Namun kini aku tahu harusnya aku berkerudung tanpa harus ada alasan tertentu dan dengan sebab tertentu pula karena hijab adalah perintahNya dan kita harusnya mematuhinya sebagai muslimin.

Aku berhijab bukan untuk menyembunyikan kekurangan yang mereka bicarakan selama ini, pun tidak agar disebut “alim” atau apa pun itu. Karena aku tahu mereka sangat tidak mengerti bentuk takzimku, dan aku pun sadar tidak semua orang bisa memahami bagaimana aku menjalani ke-Islam-anku.

Aku hanya menjalankan perintah Rabb-ku saja yang menjaga apa-apa yang dianugerahkanNya padaku hanya untuk yang halal melihatku, karena aku tahu tubuh ini adalah sumber fitnah dari segala arah.

Dengan berhijab bukan lantas aku berhak menyandang predikat sebagai orang suci, karena sesungguhnya hati manusia sangatlah lemah. Ada banyak hal yang melemahkannya dan ada berbagai cara yang membuatnya menjauh dari Iman jua Islam.

Ibadahku tidak sempurna, hatikupun kadang terselimuti keluh, aku berserah namun aku tetap merasakan kecemasan, aku memberi namun ingin diketahui yang lainnya, aku hina berkubang dosa.

Kuingat-ingat berapa banyak ku keluarkan air mata namun aku tak pernah menghitung berapa besar nikmat yang diberikan atas kasih dan sayangNya padaku.

Kuingat benar berapa kali luka goreskan duka yang sangat mendalam hingga sempat kubertanya padaNya “Kenapa ? Kenapa harus aku yang mengalaminya ?!” dan aku terlalu sibuk dengan itu hingga tak memperhatikan orang-orang disekitarku yang akhirnya ku tahu penderitaan mereka lebih dahsyat dari yang kurasa.

Rabb, aku tak hanya lemah, aku benar-benar tak berdaya dengan mengingkari semua yang kulihat, kudengar dan kurasakan.

Taubat nasuha, Insyaallah bisa mengembalikanku pada RahmatNya, dengan ibadah, ikhtiar, dan tetap istiqomah karena semua jalan akhirnya akan bermuara padaNya kelak.

Hanya berharap kesabaran dan ketabahan jua keikhlasan atas segala yang terjadi, karena aku tahu semua sudah tercatat pada Lauhul Mahfudz-ku ?

· · Bagikan · Hapus

Selasa, 03 Mei 2011

AKU dan KALIAN (lingkar hidup yang tak terpisahkan)


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 04 Mei 2011 jam 13:33


Aku kadang berpikir, kenapa bisa begitu dekat dengan orang lain selayaknya saudara sendiri ? Aku juga selalu berpikir, bagaimana mungkin aku dan mereka bisa seakrab ini tanpa pernah bertemu ?
Tapi seiring bergantinya hari, aku jadi tahu kenapa semua yang terpikirkan itu bisa terjadi ? …

Ada banyak hal yang mempengaruhi kualitas pertemanan….salah satunya adalah kualitas hidup kita sendiri. Bagaimana kita menyikapi hidup dan bagaimana tingkat kedewasaan kita ? Semua lingkar yang terlibat dalam hidup kita sangat berperan dalam membangun pribadi kita…namun kualitas hidup pribadi-pribadi yang terlibat tetap menentukan apakah hubungan itu akan baik, tetap berjalan atau kandas begitu saja…. Dan sekali lagi, waktu yang akan mengujinya.

Setiap hubungan, apapun bentuknya, harus memasukkan rasa “saling”…. Saling menghormati, saling menghargai, saling menjaga perasaan….dan kalau itu sudah tertanam akan menyusul saling-saling yang lainnya….saling ledek, saling hina, saling olok (dan itu akan dengan sendirinya keluar tanpa ada yang tersakiti…:D)

Bahkan akan muncul “ketergantungan” karena kebiasaan yang kita lakukan sehari-harinya bersama mereka….kita jadi merasa sepi tanpa kehadirannya (chat dengan berbagai fasilitas yang tersedia) kita jadi ingin tahu apakah mereka baik-baik saja (bila terbaca “keluh” pada status yang dibuatnya).

Tapi aku  pribadi, mencoba membatasi dengan kehidupan mereka, karena aku sadar tidak semua orang nyaman membicarakan hal-hal pribadi yang memang seharusnya terturupi rapat-rapat. Namun aku juga tahu “berbagi itu indah” paling tidak akan melegakan dan sedikit mengangkat beban yang seakan-akan menghimpit dan menyesakkan dada.

Tak sedikit yang cerita dan aku akan menjaganya sebaik-baik percaya kalian padaku untuk menggenggam kisah hidup kalian itu. Aku merasa berempati, dan mungkin aku tidak bisa selalu menunjukkan jalan keluarnya, namun setidaknya aku bisa kembali mengangkat hati dan pikiran kalian untuk tetap bersemangat menjalani hidup…

Mungkin aku hanya bisa bicara, dan aku pun tidak memaksa untuk didengar….bila kalian menilai itu baik untuk hidup kalian, maka lakukanlah, namun bila dirasa tidak benar maka abaikan saja.

Aku bukan orang bijak seperti yang pernah tersebutkan…. Aku hanya bilang apa adanya, seperti yang kupikirkan dan apa yang diucapkan kata hatiku saja.

Pengalaman akan membentuk  pribadi yang kuat, itu bagi mereka yang mau belajar. Dan aku berusaha selalu mencerna apa yang yang terjadi dan mengingat bagaimana reaksi semua pihak yang terlibat.

Sakit memang kerap menyergap…aku pun tak malu mengakui bahwa diriku cengeng. Aku menangis tiap berkeluh padaNya, dan aku hanya bisa diam dengan sabda-sabda suci yang aku resapi selama ini.
Allah menyayangi umatNya dengan cobaan-cobaan dan aku tahu aku harus bersabar, begitu pun kalian.

Aku sudah kenal dengan sakit bahkan sebelum aku tahu apa makna sakit yang sebenarnya…. Aku tidak menolak karena aku tahu ini bukan pilihanku. Aku hanya harus tetap berjalan saja dengan kuat yang telah Allah tetapkan padaku. Dan Allah Maha Tahu….dengan tepat Dia ukur kemampuan tiap-tiap hambaNya. Jadi berdo’alah minta kesabaran lebih, karena sesungguhnya kita mampu hadapinya….hanya masalah waktu saja, karena itu harus bersabar.

Berserah adalah bentuk kepasrahan setelah berusaha…dan apapun hasilnya kita harus bisa terima dan jua ikhlas. Karena Allah pasti hanya memberi yang terbaik pada umatNya, meskipun itu kalian rasa buruk.

Heuheuuuu…..jadi ngawur kan, bicara soal pertemanan malah sampainya ke kepribadian. Tapi itu juga ada hubungannya loh. Seperti yang aku ungkapkan di awal, kualitas pertemanan ditentukan jua oleh kualitas pribadi kita.

Disini aku hanya ingin mengajak kalian, teman-temanku, saudara dan keluarga yang kusayangi untuk tetap belajar menjadi pribadi yang dewasa dalam segala hal. Ikhlas dan sabar menerima tiap cobaan dan ujian, karena sesungguhnya kalian mampu menjalani semuanya. Memintalah hanya pada satu-satunya yang bisa memberi. Satu yang Esa yang menguasai hidup dan kehidupan kita.

Dan ketahuilah, andai saja kalian tahu….di luar sana, ada banyak pribadi yang menangis karena penderitaan dan ketidakmampuannya, ada keluarga yang khawatir dengan keadaan anak atau orang tuanya yang sakit, ada anak-anak yang harus berjuang meskipun belum saatnya hanya untuk mengisi perutnya.

Kita jauh lebih beruntung meski dengan masalah-masalah yang kita hadapi….lihatlah wajah polos baby kita, cerianya, tingkah lucunya, segala ocehannya, sehatnya… apakah itu belum cukup menggambarkan betapa besar nikmat Allah yang tercurah pada kita ?

Heheee…..jadi ustadzah dah sekarang….:p
Tidak, aku tak pantas menyandang itu….aku hanya bilang apa yang ada di kepalaku saja sekarang. Gak tahu nih, kesambet darimana tadi ? :))

Aku sudahi saja deh, daripada kelamaan malah ada yang eneg nanti….:D

Aku menyayangi kalian, karena aku mengenal kalian sebaik kalian mengerti tentang aku. Terimakasih teman, persahabatan ini begitu berarti bagiku…banyak nilai yang bisa kubawa untuk membangun diriku sendiri. Meski cengeng tapi aku kuat hadapi segala kemungkinan dalam hidup…ini pun berkat kalian…:)
Semoga Allah yang Maha Mengetahui meridhoi ketulusan persaudaraan kita, dan terjalin silaturahim hingga akhir kelak. Semoga bisa terlanjutkan pada baby kita jua….
Aamiin Ya Rabb…

Sudah ah….
:D
IOU
:-*

KISAHMU CERITA HIDUPKU


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 03 Mei 2011 jam 12:08


Kedatanganmu adalah hal yang paling kami tunggu, karena dirimu adalah pembuktian yang tidak terbantahkan…..kebenaran hakiki yang tak terpatahkan.
Engkau terlahir sempurna, banyak yang memuji dan aku tahu ada sedikit iri, namun engkau tetaplah makhluk terindah yang pernah tumbuh dalam rahimku….
Dan hadirmu pun diiringi dengan begitu banyak kekhawatiran….dariku juga pada pelindungmu kelak...
Ada ucapan-ucapan yang aku tahu itu lebih ditujukan pada diriku….dan aku tahu harus berusaha lebih agar mata mereka tetap terbuka kalau aku pun bisa seperti yang lainnya, meski tidak sesempurna yang diinginkannya.
Aku merasa bisa….aku mau….dan aku yakin, Allah akan selalu ada untuk menemaniku dan membimbingku melewati semua keraguan itu…

Kini…aku pun tetap bisa berkata kalau aku bisa dan selamanya akan tetap bisa….

Roman-roman dikit gak pa-pa yah….sebagai pembuka kata…:p

Oktober 22.....kudengar jeritanmu untuk pertama kali setelah kau dikeluarkan dari rahimku. Dikeluarkan ? Iyah, aku tidak melahirkanmu....dokter lah yang mengeluarkanmu...:D
Dan kalian tahu.....bila yang lain menyebutnya sebagai hari lahir, kami menamainya hari keluar...:))

Prosesi ”pengeluaranmu” bisa terbaca di  http://www.facebook.com/note.php?note_id=119873594696591

Mungkin karena engkau telah cukup umur (39 minggu) atau memang Allah merawatmu dan menjagaimu lebih, maka saat kau hadir didunia ini kau tampak sangat indah.... engkau bersih, tidak keriput, tidak ada kerak dikepalamu....sangat bersih dan sangat cantik. Malah ada yang bilang kamu seperti baby 3 bulan.....ini mah terlalu mengada-ada atau mereka bicara yang sejujurnya yah ?? :D

Saat pertemuan pertama denganmu.....aku merasa benar-benar takjup, so amazing.... dan tak henti-hentinya aku berucap syukur....
Ya Raab.....makhluk indahMu ini Kau tumbuhkan dalam tubuhku....selama 39 minggu aku membawanya pada rahimku.....
Aku sangat kagum dan terpesona dengan ciptaanMu ini....

Kuperhatikan.....dalam-dalam kutatapi tubuh mungilmu itu..... ahh, ada sesuatu yang buat mereka iri padamu dan terang-terangan mereka mengucapkan itu....:)

Pipimu ada lesungnya, tapi hanya di pipi sebelah kiri...sangat manis....:)
Dagumu belah.....mereka bilang seperti turis :D
Lenganmu banyak lipatan kulitnya......tampak seperti boneka yang bisa dibongkar pasang jadinya....:))
Bahkan di kakimu pun ada lipatannya, tidak hanya di paha tapi juga pada betismu.....setiap orang yang melihat itu selalu bilang, baru pertama ini melihat baby yang ada lipatan kulitnya di betis....
Dan......unyeng-unyengmu ada dua. Satu ajah namanya udah unyeng-unyeng trus kalau jumlahnya dua bilangnya unyeng-unyeng unyeng-unyeng donk....=))
Tak ada pikiran negatif melihat tanda itu, meskipun banyak yang menjudge klo unyeng-unyeng 2 itu anaknya bakal bengini dan begitu.....tapi bagi kami, anak itu sangat polos, dan tergantung kita sebagai orang tuanya akan membentuk dan mewarnai jiwanya bagaimana ? so.....engkau tetap menjadi anak manis bagi kami...:)
Tingkahmu pun mengundang decak mereka yang menjengukmu bahkan perawat-perawat yang mengasihimu.....
Baru tadi pagi dikeluarkan siangnya udah miring-miring.....bahkan bobo pun lebih suka miring....:D

Tapi engkau sangat ”menguji” kami....dua bulan engkau benar-benar tidak mau lepas dari kami.
Engkau minta didekap terus dan tak mau lepas dari pelukan kami.
Bahkan kalau biasanya baby setelah dimandikan pasti akan tertidur....tapi engkau malah jadi sangat rewel, begitu susah menidurkanmu....
Aku tahu, baby memang sangat suka dekapan....bahkan aku pernah membaca, semakin lama baby didekap atau digendong, maka kelak dia akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri....
Namun yang tidak aku mengerti adalah hanya mama’ yang mampu redakan tangismu.....aku merasa engkau ”menolakku” karena engkau pun tidak mau meminum susu dariku.
Sedih banget ingin ikutan nangis saja kalau engkau menangis.....Tapi aku sadar, itu bagian dari post partum syndrome.
Dan tidur malam pun engkau memilih waktu yang sangat larut...terlalu larut untuk kami semua...
Namun menginjak usia 3 bulan, engkau menjadi sangat mandiri...

Aku belajar memandikanmu saat dirimu 1 bulan.... kalau hanya dibayangkan saja memang hanya ketakutan dan kekhawatiran. Takut baby akan kenapa-napa., khawatir akan terjadi sesuatu pada baby....tapi setelah dijalani, ternyata menyenangkan memandikan baby....:)

Oh ya....ada satu pengalaman buruk yang selamanya tak mungkin aku lupakan....saat udelmu bolong. Ya Allah, aku begitu khawatir saat itu....
Aku melanjutkan perawatan baby yang dilakukan perawat-perawat waktu masih di Rumah Sakit....
Baby tidak dipakaikan gurita dan untuk tali pusarnya hanya ditutup kain kasa, tanpa dikasih alkohol 70%.....
Aku tahu, pemakain gurita memang ada efeknya terhadap baby, tapi soal alkohol itu aku tidak tahu kenapa tidak dipakaikan juga ??
Dan setiap baby pipis, kasanya jadi ikutan basah....dan juga selalu tergeser dengan gerakan baby.
Memang pusarnya pupus, namun masih basah.....dan tiap selesai mandi yang basah itu (warnanya kehijauan) malah dibersihkan. Tapi saat basahnya itu hilang, malah dalamnya perutmu yang kelihatan.... Ya Allah, pusermu bolong....
Aku panik, cemas dan sangat khawatir.....aku seperti melihat isi perutmu karena hanya ada lapisan tipis yang memisahkannya.
Aku bawa ke bidan, dan dikasih salep tapi tempatnya botol kecil....aku lupa namanya tapi kami menyebutnya ”obat putih”.
Bidan bilang oleskan itu tiap selesai mandi sampai masuk kedalam....pakai cotton bud.
Dan bidan juga menyarankan agar baby dipakaikan gurita.....aku jadi bingung sendiri, mana yang benar ?
Aku hanya membaca-baca saja sedangkan bidan pastinya didasarkan pada pengalaman....tapi saat itu aku berpikir, daripada baby kenapa-napa mending ikuti saran bidan.
Dan selama pusermu masih bolong.....aku sama sekali tidak bisa untuk tenang. Aku mencoba untuk positif, tapi tetap terganggu bila menatap dirimu.
Tapi engkau tidak rewel....artinya engkau tidak kesakitan....
Pada hari ketiga setelah dioleskan salepnya....udelmu sudah ”tumbuh” dan menutup sempurna...

Engkau belajar tengkurap saat usiamu baru dua bulan.....kau miring-miringkan kepalamu dan menjadi kesal karena tidak bisa mengangkat pantatmu....
Dan saat aku bantu pantatmu, engkau malah langsung tengkurap dan menjadi sangat marah ketika kubalikkan badanmu.... Pikiranmu besar, apa daya badanmu belum mampu =))

Dan.....akhirnya bisa tengkurap sendiri pada umur tiga bulan, tapi baliknya belum bisa... saat ini pun sudah mulai mundur-mundur...:p

Belajar-belajar terus....latihan-latihan terus....dua minggu kemudian sudah bisa balik sendiri....horaaayyyy....:D

Heem, baru bisa guling-gulingan ajah sudah gak terhitung berapa kali kejedut, makanya jangan heran, kalau ada baby selalu penuh bantal-bantal yang menutup tembok....tapi baby kuat kowq, kalau tidak bener-bener sakit gak akan menangis...
Saat ini pun mundur-mundurnya semakin cepat dan tambah jauh...usia ini pun, engkau sudah bisa menirukan suara cicak, ckckckkkk.....:))

Usia 5 bulan, engkau mulai mengangkat pantatmu....dan hanya pantatmu yang menjulang tinggi karena tangan-tanganmu belum kuat menopang...

6 bulan engkau sudah kuat mengangkat tubuhmu dan menopangnya dengan kaki dan tanganmu, dan saat ini pun engkau telah belajar untuk duduk meski harus tetap ada yang menahanmu, karena kalau tidak akan seperti pohon yang tumbang....tanpa ada perlawanan dan langsung rubuh di kasur....:D

Usia 7 bulan, engkau mulai merangkak.... engkau begitu tertarik dengan tissue, hingga mampu menggerakkan tubuhmu untuk menjangkaunya. Sampai sekarang pun kau sangat suka main-main dengan tissue, hingga habis ditarik-tarik dan dikucel-kucel. Makanya sekarang malas beli tissue meja....
Saat ini engkau sudah bisa naik ke ranjang sendiri....malah kami yang jadi ketakutan...:D

Saat dirimu 8 bulan, engkau semakin lancar merangkak, engkaupun sudah bisa menahan saat tubuhmu hendak rebah.....namun engkau kadang sengaja menjatuhkan tubuhmu, ahh, kecil-kecil sudah jahil.... jahil itu keturunan bukan yah ? :p
Pssssttttt......ada rahasia kecil antara kita, dan jangan bilang-bilang sama nenek yah Nak, kalau sebenarnya engkau pernah terjatuh dari tempat tidur waktu bobo....
Aku aneh saja, kenapa bisa melompati tubuhku yang sedang tidur di tepian ranjang ?? dan sampai sekarang pun aku masih tidak habis pikir ? :D

Engkau saat 9 bulan, sudah mulai berdiri mencari-cari pegangan....selalu menggapai menjangkau tempat yang tinggi. Dan saat ini pun gigimu mulai muncul, dua gigi susu di dibawah. Langsung dua yang tumbuh, dan hebatnya engkau tidak demam seperti yang terjadi pada sebagian banyak anak yang sedang tumbuh gigi.

Engkau sudah tidak mau makan bubur lagi, nasi tim pun tidak begitu mau....engkau memilih untuk makan nasi seperti kami....dan senangnya mengganggu setiap ada yang makan....:D
Dalam urusan makan, Alhamdulillah engkau tidak susah, dan syukurnya lagi perut kamu kuat....Alhamdulillah tidak seperti mamah, yang susah amat urusan makan dan perutnya juga rada-rada sensi.
Katanya kalau waktu hamilnya gak susah makan, maka anaknya kelak juga tidak susah makannya....benarkah ? karena memang waktu hamil dirimu, mamah makan apa saja....rakus banget. Seperti dirimu sekarang :))

Dan tepat satu minggu sebelum ”hari keluarmu” engkau bisa berdiri sendiri tanpa mencari-cari pegangan....
Amazing-nya engkau memperlihatkan kenaikan kemampuanmu itu pada malam hari, saat aku ada disampingmu.
Engkau sepertinya sengaja memilih waktu agar aku bisa melihatnya langsung....jadi aku tidak hanya mendengar cerita-cerita tentangmu saja. Terimakasih sayangku....:-*

Engkau sudah terlanjur mahir merangkak jadinya engkau malas melangkahkan kakimu. Engkau menjadi sangat tidak sabar untuk cepat-cepat sampai, karena itu engkau menangis saat belajar melangkahkan kaki....
Engkau juga tidak biasa dititah, dan untuk membangun percaya dirimu, kami hanya membimbingmu dan engkau yang menggenggam tangan kami. Karena dengan begitu, engkau bisa mengukur kemampuanmu sendiri dan bisa menahan menyeimbangkan tubuh bila merasa limbung dan hendak jatuh.

Kuatmu terasah dan semakin mantap kau jejakkan langkah-langkah kakimu menghujam bumi.
Kau jadi senang berjalan sampai-sampai lupa caranya duduk...:D
Dan setelah itu, pertumbuhan dan perkembanganmu sangat membanggakan....aku tidak mau membanding-bandingkan dirimu dengan baby yang lain, karena aku tahu perkembangan baby lain-lain. Aku hanya menikmati tiap kebisaanmu, dan tiap hari ada saja suguhan baru darimu....dan kadang aku begitu kagum karena ini jauh dari yang aku bayangkan.
Engkau tunjukkan tingkahmu yang menceriakan hidup kami, engkau hadirkan tawamu yang menyinari hari-hari kami, engkau perdengarkan ocehanmu dan bicaramu yang mewarnai waktu kami...
Dan saat ini....diusiamu yang baru 18 bulan engkau sudah mampu mengungkapkan rasa dan inginmu...

Engkau juga sudah bisa berbagi ketimbang Tak Abing, engkau malah mengalah demi penuhi inginnya....aku selalu bangga padamu, Nak.
Dari kecil kami sudah ajarkan itu, agar berbagi meski masih sendiri....tidak menertawakannya bila melakukan hal-hal yang tidak pantas. Karena aku perhatikan anak-anak disekitarku kadang orangtuanya tertawa seperti bangga ketika anaknya mengucapkan kata-kata kotor, atau memukul sama orang yang lebih besar. Engkau tidak boleh begitu, karena engkau harus tahu, kebanggaan kami padamu tidak pada hal-hal yang akan membuat kamu ”nakal” saat besar.
Kami berusaha konsisten, agar tidak terjadi kebingungan padamu....hingga ada kejelasan yang menegaskan bahwa sesuatu itu buruk atau baik.
Kami biasakan mengucapkan ”terimakasih” saat diberi.... ”tolong” saat menyuruh dan ”maaf” bila melakukan kesalahan meski tidak sengaja.
Sejauh ini, meskipun tidak menurut sepenuhnya engkau telah menjadi anak manis bagi kami, karena kami pun sadar....engkau harus menapaki tiap tahap perkembanganmu yang kadang membangkang ucapan kami....kami paham itu.
Dan kami akan selalu berusaha sayang.....dan kami tahu, engkau pun ujian khusus buat kami....jadi harus sangat bersabar ”menanganimu.”

Kosakatamu makin sempurna namun tak jarang masih membuat kami kebingungan juga...soalnya suka sembarangan berucap :D
Dan sekarang, di akhir kata-kata selalu ada tambahan ”em”-nya
Duduk em....dutak em... bobo em...
:))


Saat dirimu tidur....sangat polos dan begitu tenang...
Tidak terasa sudah sebesar ini dirimu Nak...
Sudah banyak kebisaanmu....
Dan tahukan engkau sayang....dirimu telah mengajarkan banyak hal kepadaku.
Keberanian menghadapi hal-hal baru, mematahkan kekhawatiran yang selalu menyergap tiap hariku...
Kau tumbuhkan (kembali) percaya diriku....
Kau buka (kembali) makna hidup kami.

Lakeisha Dyan Faranissa....
Engkaulah sebenar-benarnya harta kami.
Engkaulah wujud sayang Allah terhadap kami.
Dan engkaulah bentuk kasih yang nyata hadir antara kami.
Jadilah dirimu saja Nak....kami akan selalu jadi yang pertama mendukungmu.
Membimbing dan menjagamu...
Sehat selalu Nak yah....jadilah pribadi yang kuat, tidak cengeng dan pemberani...

Jadilah kekasih Allah Nak...
Do’a mamah dan semua hati yang menyayangimu akan selalu terpanjatkan untukmu.


*Owkey cantik....nyanyi apa lagi kita sekarang ?? :D




 
cerialah selalu baby

IOU....

KAMIS-ku.... 3 MARET-MU (KUBANG HATI DAN PIKIRKU)


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 06 Maret 2011 jam 0:18


Aku bangun dengan kekuatan antara lemahku.... Dua malam sebelumnya aku tidak bisa tidur karena berpikir tentang keadaan tubuhku dan keluargaku, terutama gadis kecilku.
Ada tanda yang membuatku takut untuk terima nyataku....aku sakit. Aku cari informasi sebanyak-banyaknya di internet, dan itulah yang buat aku merasa takut...
Karena semakin tahu banyak, aku justru semakin takut.Selalu bayangan buruk yang muncul, bahkan yang terburuk sekalipun...
Dan tiap lihat lelap tenang gadis kecilku, aku menangis...Aku berdo'a untuk bisa bertahan lebih lama lagi...aku meminta untuk tetap bersamanya hingga besar nanti...
Aku sudah bulat untuk mengetahui sakit ini....Lebih baik tahu pastinya dari pada bermain dengan bayangan sendiri, yang hanya ketakutan yang dihadirkannya...
Tak kuremehkan lagi sakit ini...Tak berlaku lagi diagnosaku sendiri padanya.

Aku antri di Puskesmas karena harus punya rujukan untuk dilayani di RSUD sebagai peserta Askes.Aku dapat antrian no 7.
Selama menunggu panggilan, kuamati mereka yang senasib denganku...Disebelahku, ada anak kecil yang digigit anjing di pipinya.Heem, memang sedang mewabah rabies disini....telah banyak jua anjing-anjing yang dieliminasi, namun tetap saja ada laporan orang meninggal karena rabies.
Di barisan tempat duduk yang lain, ku saksikan kakek-kakek renta....dan yang buat aku tak habis pikir, tak ada siapa yang temaninya...
Ku lihat jua anak kecil dalam gendongan ibunya, dia selalu berteriak....ngoceh tepatnya, karena bermain-main dengan bawaan ibunya.Ahh, seketika pula aku teringat gadis kecilku di rumah...
Aku dengar nomorku disebut.Aku menuju loket dan kubilang minta rujukan...Lagi-lagi aku harus menunggu untuk diperiksa karena dokternya belum tiba.
Aku berkutat kembali dengan pikiran-pikiranku, pada gadis kecilku di rumah.
Namaku dipanggil, aku masuk ke ruang periksa.Sebelum pemeriksaan, kusempatkan untuk menimbang diri, iseng-iseng sebenarnya...Dan betapa kagetnya aku demi melihat jarum timbangan berhenti di angka 42...Ini timbangannya yang salah atau memang naik beratku ?Padahal aku merasa baju dan celana semakin longgar...Terlepas benar salahnya, tetap saja jadi sedikit hiburan dalam diriku..
Tekanan darahku normal...perawat berjilbab yang memeriksanya.Dan waktu berhadapan dengan dokter, aku segerakan memberitahu semua yang kurasakan, dan segala yang terjadi 2 hari kemarin.Dan diagnosa awal...sungguh mengejutkan.Ya Allah, jika benar itu sakitku, maka pengobatannya akan berat.Tanpa kuminta pun dokter langsung merujukku...
Aku ke loket untuk mengambil surat rujukannya dan kembali ke dokter untuk rujukan dan diagnosanya, lalu kembali lagi ke loket.Sedikitpun tak kumengeluh...

Aku menunggu angkutan di seberang Puskesmas...kira-kira 10 menit aku menunggu.Aku berdo'a demi kelancaran dan keselamatan perjalananku saat berada di angkot.
Selama di jalan, pikiranku hanya tentang sakitku....dan akibatnya yang jauh tidak hanya padaku, tapi juga keluargaku...lebih-lebih gadis kecilku...
Lalu tiba-tiba terdengar teriakan...Dan sekian detik kemudian terjadi benturan yang sangat keras...Aku baru sadar apa yang terjadi setelah kurasakan sakit di kakiku....dan keributan orang-orang yang dengan cepat sudah berkumpul.
Angkutan yang kunaiki menabrak truk yang bermuatan batu.Seketika aku gemetar, aku tak ingin melanjutkan perjalanan...Aku ingin segera pulang dan mendekap gadis kecilku erat...
Ya Rabb...Kau masih melindungiku, Kau masih menjagaku...Namun aku juga ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi padaku, maka kuputuskan untuk melanjutkannya saja...tak kurasakan sakit di kakiku.
Dan jalanku kali ini penuh dengan bayangan tidak baik...Sekian pertanyaan singgah, dan semuanya menambah kecemasanku.Dan aku bersyukur, aku selamat sampai RSUD.

Disinilah perjalananku yang sesungguhnya...Aku antri di loket dengan nomor b-091.Untung tidak begitu ramai...dan aku segera terlayani disana..
Aku memutar, karena poli bedah ada dalam bangunan di depan loket, poliklinik A.
Saat mau masuk, aku berpapasan dengan dokternya, beliau bilang untuk menunggu sebentar.Aku tau benar beliau adalah dokternya, karena sakitku yang dulu, beliau jua yang memeriksa dan menanganiku...
Dan demi Tuhan, aku tak sanggup ketika memasuki ruangannya...seketika tercium bau yang membuatku mual dan sesak...dan kuputuskan untuk menunggu di luar saja.
Satu persatu pasien yang cukup teratasi oleh perawat keluar ruangan.Aku masuk untuk administrasi...Dan ada mahasiswa yang praktek jua disana...dengannyalah kuungkap gejala dan tanda yang terjadi padaku.Tapi tindakan selanjutnya, tetap menunggu pemeriksaan dokter...
Aku keluar saja, karena dari tempatku menunggu aku akan tahu kalau dokternya memasuki ruangan.Lumayan lama aku menunggu...dan lagi kuamati pasien-pasien yang menanti divonis oleh dokter.Wajah-wajah murung terluka...entah apa sakitnya.Aku hanya bisa memahami rasanya saja.
Kulihat dokter masuk ruangan, aku pun ikutinya...Dan aku langsung dihadapkan padanya.Beliau membaca medical record hasil interviewku dengan si mahasiswa.Dan aku disuruh ke ruang periksa...
Ada 2 tempat tidur, dan aku memilih yang dekat pintu masuk.Dan aku pernah diperiksa pada tempat tidur satunya lagi...Masih teringat jelas kejadian kala itu.
Perutku ditekan-tekan pada beberapa bagiannya.Ada sakit yang begitu menusuk.Lalu digunakan stetoskop pada bagian-bagian perutku tadi.
Pemeriksaan selesai...dan aku diberi pengantar untuk test darah, test urine jua rontgen.
Aku memilih lewat tengah saja biar tidak kepanasan.Untuk itu aku harus menaiki tangga ke lantai 2...setelah keluar gedung ada beberapa anak tangga lagi untuk menuju laboratorium.
Disana lumayan ramai...tempat tunggu penuh, dan juga pasien-pasien yang duduk di kursi roda, pun terbaring lemah di tempat tidur dorongnya...
Aku segera ke loket, dan kupilih untuk test darah dulu.Aku langsung disuruh untuk masuk.
Aku menaikkan lengan bajuku yang sebelah kiri...karena biasanya di lengan itu mereka mengambil darahku.
Kuperhatikan saja petugasnya...dengan sigap mempersiapkan alat-alat yang diperlukan.Diambilnya dua tabung, tempat darahku nanti, dan diberi label namaku.Diambilnya jua satu botol kecil untuk menampung urine.
Lenganku diikat, tanganku diminta mengepal dan setelah terlihat ototnya, pada bagian itu diolesi alkohol.Dan aku memalingkan wajah ke arah lain...aku menolak melihat jarum itu menusukku, apalagi saat darahku disedot.
Namun tak lama, petugasnya bilang..."Aduh, kowq pecah ini.."Aku terpaksa menoleh, kulihat darah sudah banyak dilenganku, dan ditabung suntiknya baru sedikit...dan kini bagian itu sakit dan membiru, juga agak mengeras.
Ya Allah, biasanya juga sekali langsung berhasil, tapi kini harus 2 kali...aku bahkan berpikir, kalau nanti di kanan tidak berhasil jua, harus dimana lagi yang disuntik untuk dapatkan darahku ?Dan pikiranku jua kembali pada tabrakan tadi.Ya Rabb...pertanda apa ini ??
Kala ujung jarum mendekati lengan kananku, aku lagi-lagi menolak melihatnya.Aku tak rasakan apa-apa, namun aku gemetaran setelah bekas suntikannya ditutup plester.Aku mencoba untuk tidak cengeng...tidak rasai sedikitpun rasanya.
Lalu aku ke toilet untuk mengambil urine.
Waktu kuserahkan botolku, saat itu jua namaku dipanggil petugas.Aku mendekat dan ternyata disuruh untuk rontgen dulu.
Tempat rontgen satu gedung dengan lab. jadi tidak perlu jalan jauh.Aku berikan selembar kertas pada petugasnya.Dibacanya sebentar, lalu dipanggilnya rekannya diruang sebelah...
Subhanallah, perempuan cantik berjilbab mendekatiku dan tersenyum.Aku ikuti segala instruksinya...aku tidak malu melepas sebagian bajuku dan memperlihatkan auratku karena beliau mahramku.
Kami sedikit berbincang, dan aku sangat senang, karena aku melihat semakin banyak perempuan berhijab di instansi pemerintahan disini.
Hanya beberapa detik perutku tersinari, tapi aku merasa tangan kananku seperti teraliri listrik, namun rasanya menggelitik seperti kesemutan...
Lalu aku harus menunggu hasil semuanya tadi keluar.Satu nama dipanggil, dua pasien datang...petugasnya saja sampai heran. "Tumben ramai pasien hari ini..."Dan dalam hati aku bilang...sakit tidak tahu hari raya, karena bila berkuasa memilih, mereka pasti akan memilih untuk kumpul dengan keluarga, melewatkan dan merayakan hari raya diantara orang-orang yang disayangnya dan mencintainya.
Lama juga hasilnya keluar...khawatirku, saat aku kembali dokternya udah keburu pulang.Aku hanya bisa perhatikan mereka yang lalu lalang.Pasien dan perawat datang dan pergi...Semua sibuk...aku pun sibuk dengan pikiranku sendiri.Ku abaikan sms yang masuk, ku biarkan telpon tetap berdering kecuali dari keluargaku.Dan aku tetap miliki harapan yang terbaik untuk mereka.
Yang keluar terlebih dulu adalah hasil rontgen...lalu aku bertanya pada petugas lab. apa hasil test atas namaku udah keluar ? Dan petugas bilang belum, masih satu yang belum selesai di test.
Aku kembali duduk...kembali menunggu dan mengamati sekitar...
Namanya saja tempat publik, apalagi Rumah Sakit...siapa pun bisa kita jumpai, dan apapun bisa saja terjadi..
Ketika datang pasien yang tergolek lemah, terpasang selang oksigen dan terus mengaduh, timbul sedihku...aku membayangkan dia adalah bagian hidupku...tergambar bila dia adalah mamaku...Kesini tujuannya untuk rontgen...dan kuperhatikan lagi, kuingat-ingat dengan mampuku siapa yang mendampinginya...
Ya Rabb...dia adalah supir angkot kota yang sering antarkan aku dulu dari terminal ke kampus...tapi dia tak kenali diriku yang sekarang.Tak apa, aku tahu hati dan pikirannya sedang kacau.
Dia bercerita sedikit tentang keadaan istrinya...dengan tiba-tiba mengeluh sakit dipunggung, tidak bisa bangun dan sekarang sesak nafas...Ya Allah, berikan kesembuhan padanya, begitu pun dengan pasien-pasien lain...

Aku bergegas menuju poli bedah saat hasil serangkaian test tadi sudah dalam genggaman...kulalui jalan yang sama ketika ke lab.Aku berdo'a semoga dokter masih ada diruangannya.
Iyah, beliau masih disana...dan segera kuserahkan hasilnya pada perawat untuk dilanjutkan pada dokter.
Dokter bilang, hasil test darah normal....test urine juga sangat normal.Lalu dipasangnya hasil rontgen...dan terlihat struktur tulangku...Aku lalu dirujuk ke poli Orthopedi...(sudah lama aku tak mendengarnya........)
Aku naiki tangga itu lagi, karena polinya berada dibelakang loket...melewati apotik jua..
Sampai disana...ruangan sudah sepi...Lalu aku kebagian informasi...petugas bilang, dokternya ada operasi. Dan mereka menghubungi poli bedah via telpon untuk memberitahukan hal ini.
Aku diminta kembali ke poli bedah....dan kembali menuruni tangga ke lantai 1.
Untuk sementara dokter meresepkan 2 macam obat, dan hari Senin langsung saja ke poli Orthopedi...
Lagi-lagi aku naik ke lantai 2, keluar dari bangunan dan ikut antri dengan para penebus resep.
Sudah sangat siang...dan aku sangat haus...Namun kutahan untuk minum dirumah saja, sama sekali tidak ada keinginan untuk membelinya di kantin atau dagang yang berderet sepanjang trotoar depan rumah sakit...aku benar-benar ingin cepat pulang.
Setelah terima obatnya, aku keseberang dan menunggu angkot untuk keterminal.
Bertepatan dengan jam pulang sekolah, dan angkot sesak dengan murid-murid.Bahkan sampai ada yang duduk dipintu angkot.Mereka bercanda, tertawa, bicara tentang pelajaran, bicara tentang lawan jenis...dan kuperhatikan saja cerianya.Dan aku adalah penumpang terakhir yang turun...
Tak harus menunggu lama, aku sudah nyaman berada dalam angkot yang akan membawaku pulang.
Aku merasa capek...bolak balik naik turun tangga, apalagi akibat tabrakan tadi pagi, membuat kakiku berdenyut ketika diistirahatkan seperti ini.Aku ingin cepat dirumah, ingin peluk gadis kecilku...ingin istirahatkan lelah lahir bathinku...Meskipun aku pulang dengan tidak tahu pasti apa sakitku...

Aku membelikan gadis kecilku jajan, karena esok mulai libur....sebagai bekal Nyepi karena tidak ada yang jualan kala nanti.Aku juga belikan bola durian, agar tidak selalu rebutan dan mengalah dengan kakak..Lalu aku menunggu ojek...dan sangat lama aku menunggunya.Menanti hasil lab. saja tak begini lamanya...
Dan ada kesejukan yang menyergap ketika kuucapkan salam dan gadis kecilku menjawab sambil berlari menyongsongku.
Senyumnya menyambutku dan panggilannya yang manja meredakan letihku seketika...
Aku ganti bajuku, mencuci wajah, tangan dan kakiku...lalu aku bermain-main dengan gadis kecilku.
Kupeluk dirinya erat, dan diapun peluk aku, menepuk-nepuk punggungku...
Kuceritakan ceritaku ini pada gadis kecilku, jua Bapak dan Mama'...
Alhamdulillah....aku semakin berani kini.Aku lewati hariku ini sendiri...aku sudah terbiasa dan dibiasakan untuk mandiri.
Kulewatkan hari tadi dengan menunggu, menunggu dan menunggu...Dan apapun hasilnya, itulah nyata setelah usaha.
Begitulah adanya hidup dan kehidupan...Menunggu Ketetapan Allah setelah kita berusaha...Menunggu takdir yang diberlakukanNya pada umatNya setelah ikhtiar yang tak berputus.
Aku berserah atas diriku...aku berserah untuk hidup dan matiku.
Dan sekarang, aku masih bernyawa...masih ada kesempatan untuk berbhakti jua mengabdi, melakukan sebaik-baik peranku, sebagai anak, istri dan ibu...
Tidak ada yang sia-sia meski kadang anggapan buruk yang ada.
Tidak selamanya berarti atas usaha-usaha yang terjadi.Namun dari situlah aku bisa tahu, bagaimana aku dan mereka.
Aku tak sempurna menurutku, tapi kadang diinginkannya sempurnaku...dan bila itu tiada, hanya akan tersakiti rasa...
Apapun diagnosa dokter nanti...apapun vonisnya nanti tak akan kuingkari.
Kini hanya bisa menunggu...Bukankah kita semua sedang menunggu jua ?Menunggu tibanya waktu batasan kita ada di dunia...
Menunggu maut yang akan tempatkan kita pada keabadian hidup...
Bersabarlah teman...bukan hanya dirimu yang menderita.
Bila engkau mengetahuinya, setiap makhluk menanggung bebannya masing-masing.Dan bisa saja lebih sarat dari pada yang kau tanggung di pundakmu.
Teruslah syukuri dengan ikhlas, karena coba Allah adalah sayangNya padamu...
Tiada sakit dan penderitaan kecuali Allah ampuni dosa-dosa yang lalu...
Tetaplah semangat teman, jadilah jiwa yang hidup dan bermanfaat untuk mereka yang tercinta...

LORONG (LAIN) KULALUI


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 18 Februari 2011 jam 4:51
 
 
Aku bukan orang baik karena aku manusia biasa...
Aku jua bukan sang bijak karena aku tak mampu sempurna.
Ku jalani hidupku sebaik-baik sabdaNya.
Ku hadapi hidupku sebijak firmanNya.
Meski selalu ada sandungan....meski tak jarang dapat tamparan....
Luka setiap kata, berdarah tiap pandangan.
Yakinlah saja, itu bukan derita....hanya replika sebentuk hati yang mencoba berdiri, setegak kokohnya karang.
Apa yang kau rasa kini, tatkala aku tiada ?
Apa yang kau lihat nanti, ketika aku genggam jiwamu ?
Tidakkah sulit tapaki bila engkau pun miliki sayapku....
Tidak jua amarah jika engkau rasakan rasaku....
Disini....antara makhluk yang merasa sempurna....
Hadir bersama ego yang tak tersalahkan.
Diamlah sejenak.... bicaramu sebanyak salahmu, diammu tak akan tampakkan bodohmu....
Sangat agung bila engkau pun mau menangis dibahuku....
Jua masih tegar meski kau bersandar dilenganku...

Langitku sebut namamu...





Saat mentari nampak “enggan” mengundurkan diri…
(atau aku yang masih ingin nikmati sinarnya?)…
Pada langitnya kulihat semburat jingga nan lembayung.
Aku tetap diam memaku, hingga dia benar-benar membenamkan diri.
Saat khusuk dalam wajib dan do’a.
Saat sujud dalam rendah dan papa.
Hanya rajutan do’a-do’a pada akhirnya untuk orang-orang yang kucinta.
Tak terkecuali dirimu...
(ah..nama itu masih sangat sulit untuk kuucapkan)
Tapi kenapa aku merasa hangat dengan hanya memikirkan namanya saja?
Aku merasakan kerinduan untuk melihatmu.
Aku merasakan keinginan untuk mendengarmu, mendengar tawamu.
Sedang apa kau sekarang, sayang?
Apakah langit disana sudah pekat seperti malamku kini?
Apakah engkau menyebutku dalam semua do’a-do’amu?
Apakah engkau merasakan aku?
Aku tengadah...
Aku sudah berair mata bahkan saat do’a itu belum terucapkan.
Ya Rabb, kuatkanlah hambaMU ini.
Berikanlah padaku sifat sabarMU itu.

*really me....heem ?

Senin, 02 Mei 2011

TEPI TANPA RUANG


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 14 Februari 2011 jam 21:48
 
 
Lama ku tak kesini....
Pada tepian yang selalu beri pandangan lapang.....tenang.
Kala ini tiada beban yang penatkan tegaknya raga.
Tak jua ada kabut yang kaburkan rasa....
Ku mampu melihatmu.
Tiada hiruk disela tawa...tiada bayang antara sosok jiwa..
Aku bisa menatapmu...
Lalu apa ??

Aku memang ingin melihatmu disini....
Bersanding damai dengan luapan buihnya.
Tak ada suara....dan jika pun mampu tak jua sanggup eja satu kata.
Kata sebentuk nama dengan nafas kala dulu.

Ahh, tetap saja disini hanya ada ombak..
Hanya pasir yang mengubur kakiku.
Hanya angin yang meliukkan kerudungku.
Hanya aku yang selalu ingin ke ujung dermaga itu.
Saksikan yang pernah kau rekam dalam ingatan..
Rasakan yang pernah ingin kau lupakan...


(asa biru merobekku)

BIARKAN........BIAR SAJA..........


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 25 Januari 2011 jam 11:10


Biar saja seperti ini……
Bila ini suatu awal, kuhanya ingin akhir yang baik.
Namun bila ini harus berakhir……biarkan saja hancur berkeping.
Tak akan kuingkari jua jalanku.
Ini berat……iyah, sangat berat.
Namun esok tak akan terhenti begitu saja.
Langit masih terbentang……masih banyak mimpi yang tergantung disana.
Masih ada bintang yang tak lelah berpijar.
Semua masih pada tempatnya…….dan aku  harus tetap bergerak.
Bukan disini tempatku…….terusir oleh rasaku.
Bukan begini inginku……tercabut oleh asaku.
Lalu……nyawa ini telah berbuat apa ?
Sampai nanti harus terlepas……telah merasa apa jua ??
Tak mampu lagi berlogika kini…..
Tak sanggup terima dengan nalar lagi.

Hanya pandangi saja…..dan abaikan rasa yang terasa.
Jadi diamkan saja diri yang terdiam.
Biarkan tenggelam…………..
Aku pun tak akan menolaknya.
Sungguh bila ini akan mempercepat jalanku……aku akan terima.
Dan bila suatu hari nanti (akhirnya) ada yang menyadari…
Mungkin hanya akan ada kerinduan……yang tak mampu lagi kupenuhi.
Aku tak berharap apa-apa kini…..karena aku telah terbang.
Lihatlah……masihkah kau bangga tatapiku kini ?
masihkah terlihat olehmu tegakku di pantai ini……..menunggu……..
Satu nama……..sebuah kisah…….
Yang selamanya menggema…….tak akan terpisah.





Pantai beku dalam benak

KEJORA-KU.....


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 21 Januari 2011 jam 23:39


Kupandang langit penuh bintang bertaburan...
Berkelap kelip seumpama intan berlian...
Tampak sebuah lebih terang cahayanya...
Itulah bintangku BINTANG KEJORA yang indah s'lalu....


Kelak, kau akan bersinar seperti bintang itu.
Meski tak sebenderang bulan, namun kau miliki sinarmu sendiri.
Meski warnamu tak berwarna pelangi, tapi kau yang lebih abadi antaranya.

Bagiku, kau lebih satu bintang....
Kau bentangan jagad semesta raya...pada duniaku.
Kau makhlukNya yang sanggup merebut hatiku dengan tiada melakukan apa-apa....
Aku bahkan begitu tenang dengan hanya melihatmu saja...

Lelaplah sayang...
Aku akan jagaimu selalu.
Tidak hanya dalam nyata, namun jua saat engkau lena.
Kala bermain dipantai kita....
(berharap hadir jua...)




Berharap saja kini....

KARENA RAGA YANG MEMINTA


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 17 Januari 2011 jam 8:50


Aku kuat....setidaknya itu yang kuinginkan.
Aku tegar....itu pun selalu jadi harapan.
Namun raga ini begitu lemah...
Ringkihnya tak mampu menahan benturan lagi ataupun beban yang terus memberatinya.

Aku hanya ingin berhenti sejenak....
Bilapun tak ada bahu yang menopang lelah ini.
Biarkan aku bersandar pada rengkuh do'a-do'a saja.
Tak akan kukeluarkan (lagi) rasaku....biar diam, biarlah dengannya jua kumaknai segalanya.

Aku tahu ini bukannya tanpa maksud...
Aku tahu aku hanya rasainya saja.
Dan tiada kesedihan, kecewa, rasa sakit dan penderitaan kecuali Allah mengampuni dosa-dosa yang lalu.
Maka biarkan aku baringkan saja semuanya dalam pangkuanMu Ya Rabb...
Biarkan kudapati kehangatan jiwaku dalam pelukan RahmatMu.

Pintaku....kuatkan lagi tubuh yang hampir terlemahkan.
Angkatlah semua rasa yang kini bergayut padanya...
Dan jadikan aku tangguh lagi, demi tersayangku, untuk terkasihMu...




.....terlewatkan satu cerita lagi....



................harusnya mampu kulalui................




......................tak akan ku keluhi kini...................

RESAH RASA.....DAN ENGKAU MAHA TAHU.


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 06 Januari 2011 jam 1:21
 
 
Dini ini.....antara tetes yang beri titik-titik basah di bumi, dan desah angin yang menyusup diselanya....
Aku ingin mengadu padaMU, aku ingin bicara tentang rasaku.

Rabb, aku pernah begitu dekat denganMu, pernah merasakan sejenak dalam pangkuanMu....
Dan aku tahu tidaklah dengan tanpa tujuan Kau tiupkan ruhku kembali.
Mungkin aku hanya makhlukMu saja antara mereka yang ingin berarti...
Dan aku telah menunjukkan diriku dengan segala pembuktian itu.
Semuanya karena kasih sayangMu Ya Rabb....semua selalu atas ijinMu.
Dan aku tahu raga ini tak akan abadi pijaki hidup....
Semoga saat Kau panggil aku lagi, ada jejak-jejak indah yang kutinggali dan menyemikan benih sampai akhir nanti....untuknya, jua untuk mereka.

Kini, aku masih mendekap malaikatMu.
Aku ingin bahagianya saja Ya Rabb.... Aku akan terus memohonkan kebaikan untuk kehidupannya.
Jangan biarkan dia merasa seperti yang kurasakan....
Dan bila dia harus lewati yang tidak pernah aku lalui, beri kekuatanMu tiap lemahnya, hembuskan kesabaranMu kala rapuhnya.
Engkau sebaik-baik penjaga dan janjiMu adalah pasti.
Dan aku mohon Ya Rabb, bolehkan aku temaninya lebih lama dari inginku....
Biarkan aku senantiasa disampingnya lebih sering dari pintanya....

Apa pun rencanaMu aku tahu ini sebaik-baiknya bagi kami...
Aku meyakini kekuatan do'a dan Engkau sungguh menjadikannya ada.
Dan aku tahu, semua akan indah pada masanya...


Aamiin Ya Rabb......

MUNGKIN AKU.....BISA JUA DIRIMU.....


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 20 Desember 2010 jam 8:48


Pada jalanan, entah tanah lapang pun keramaian.
Akan dengan mudah kau temukan diriku.
Ada hal yang tidak mampu kutanggalkan.....
Sampai kelak waktu tidak lagi berpihak.
Karena beda....dan tak kuingkari itu.

Aku tak sekokoh Borobudurku.....
Aku tak seindah Kutaku.....
Dan aku tak setenang Taman Sariku.....
Pun aku tak serapuh rumah anai-anai yang mencoba tegak gapai langitku.

Aku hanya aku.
Tak akan kau dapati yang lain dalam diriku.....
Tak jua bisa kau harapkan menjadi yang lain bagimu.
Aku dengan segala ingin dan harapku.....pada sebentuk hati dan jiwaku.

Bagaimana bila aku punya kuasa kendalikan hidupku ?
Bagaimana bila aku memilih untuk buta saja waktu itu ?
Apa akan berakhir jua pandanganku pada kehidupan ?
Lalu bagaimana dengan hatiku ? Tak akan bermata jua ??
Dan bagaimana jika aku memilih menjadi lumpuh saja sejak itu ?
Apa akan terhenti kupijaki bumiku ? Akan sanggup menari antara derai tetesnya ??
Lalu bagaimana dengan jiwaku ? Akankah terpasung jua ??

Dan bagaimana dengan aku kini ?
Tak hendak menjadi siapa-siapa.....
Tak jua inginkan semua jawab atas tanya pikirku.....
Aku mandiri.....dengan hati, jiwa dan pikir ini.
Aku ingin diriku saja.
Dan aku rasa engkau pun bisa merasainya......



(Antara janji dan impian.....bisa kuharap nyata pada masanya)

LUANG ITU TAK AKAN TERUSIK......


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 18 Desember 2010 jam 8:41
 
 
Diam.....
Aku pun berharap masih emas adanya.
Berkilau menyilaukan.....namun tak hendak kugenggam.
Biarkan saja.....bila ada yang ingininya.

Suara.....
Sebaiknya engkau pergi saja.
Biarkan tetap sunyi disini.
Biarkan kupeluk antara kosongnya.....
Karena engkau ada pun tetap bergeming, menolehpun sudah enggan.

Rasa.....
Cukupkan dengan yang kau terima.
Meski akhirnya ada bagianmu yang berontak.
Tapi sudahlah.....hanya akan lebih dalam menghujam hati.
Akan terus berdarah sampai mati.....
Jangan lagi kau inginkan jawabnya.

Angin.....
Bebaskan jiwa ini dari segala rasa.
Jernihkan kembali bumiku yang mulai keruh.....
Aku tetap ingin pijakinya, aku masih ingin diantaranya.
Tenggelamkan semua.....



(kind of promises)

WAKTUKU (KINI) PADA WAKTUMU


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 09 Desember 2010 jam 9:01
 
 
Berada pada jalanku kini, tampak sunyi.....dan aku nikmati.
Sekilas samar kelebat bayangan.....
Aku merasa mengenalnya, aku merasa (pernah) akrabinya.....
Bahkan ketika ujung hidungmu sentuhiku.....tercium nafasmu kala dini itu.....
Benar saja itu dirimu.....
Dan dalam letih ini, aku hanya bisa pandangimu.....
Hanya mampu merasa tanpa upaya apa-apa.
Tidak sekarang.....
Karena engkau pun tak sanggup berhenti sekedar sapa tatap ini.
Biarlah.....tak akan kukejar bayangmu berlari.
Tak kan kuhentikan langkahmu bergegas.....
Biar saja kugenggam janji hati suci.....itu yang akan membawamu untuk redakan segala rasa, menjadi sandaran semua asa.....
Tak pelak hanya sendiri yang mesti kusinggahi.
Tapi bukan lagi hampa.....tak lagi kosong.....
Karena ada pijar binar yang temani tiap tapak yang kujejakkan.
Terdengar pekik ceria yang menyemangati titian duka....
Terasa sentuhan yang menghangatkan jiwa.
Senyum itu, membalut luka hingga tak terasa.
Tatapan itu, menutup rongga hingga mampu terlewati semua....
Aku telah bersama malaikatku.....dan tak ada yang bisa gantikan rasaku kini.
Dan bumiku tak lagi kerontang, tak jua hadir dahaga berkepanjangan.....
Angin masih (mampu) sapukan sepoinya, hujan pun kadang menengahi antara rapuhnya.
Semua kuatkanku.....semua akan antarkan aku kepada RidhoMU.



"Tunggu saat dd lebih siap....Q selalu berharap yang terbaik"
antara 20-21 pada 1711
(Aku ingat itu.....aku ingat semuanya)

PARU-PARUMU DIDADAKU


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 07 Desember 2010 jam 14:14


Engkau terlihat lelah..... meski kau tetap lincah namun sorot tatapmu tak bisa sembunyikan rasamu.....
Aku tahu karena jiwaku terpenuhi hadirmu.
Jangan paksakan langkahmu.....menepi disini bersamaku.
Tak ada pohon untuk bersandar, tak jua ada daun-daun peneduh.
Jangan risau sayang, berlindung saja dengan kerudung ini.....
Bersandar.....percayakan padaku saja.
Tangan kecilmu kadang menggapai sentuhi wajahku.....
Apa yang kau lihat ? Engkau lebih indah dari inginmu.....lebih cantik dari segala pintaku.
Tak ada yang bisa ingkari hadirmu, tak seorang pun.....tiada apa pun.....
Hati ini, meski penuh sesak dengan luka nyata namun selalu ada ruang untukmu....tak tersentuh sedih, tak terjamah duka.
Jiwa ini akan jagaimu.....raga ini selalu berharap bersamamu.

Kita singgahi rumah besar itu yah sayang.....tapi aku berharap tidak akan tinggal di dalamnya.
Karena aku tahu, pertolongan buatmu akan terasa sakitnya olehmu jua aku.
Mereka menusuk lenganmu.....mengambil darahmu.....
Ya Allah, jarum itu.....aku hancur melihatnya, aku merasa tak sanggup.
Aku menangis kala jeritmu memekik, aku tahu rasamu.....
Cukup ! Jangan buat dia lebih sakit lagi.....!!
Segerakan saja semua ini !!
Tenang sayang, peluk saja diriku.....
Mereka bukan jahat, meski banyak melukaimu.....
Inilah cara mereka memperlakukan kamu demi sembuhmu.....
Dan kau kuat sayang, bahkan kuatkan diriku.
Kau tak menyerah pada angka-angka itu.....aku pun tidak mau dirimu hanya pelengkap data-data mereka.
Engkau nyawa yang tak bisa terabaikan.....
Engkau jiwa yang tak mungkin tertelantar.....
Mereka harus tau tu.....jua dirimu.

Sayang, karena kuatmu, berkat sabarmu engkau tak harus tinggal pada satu kamar.....yang aku tahu telah dipersiapkan untukmu.
Kita kembali jalan yah Nak....biar kusangga bebanmu, biar kutopang sakitmu.....
Tak akan tinggalkanmu, tidak sekarang pun selama aku mampu pijaki bumiku.....bahkan demi masa lalu tetap tak akan lepaskanmu.
Heem, kini mulai kau rasakan sejuknya.....
Tampak redup tapi binar itu perlahan menyeruak.
Terlihat goyah, namun pelan-pelan tiada menyerah....
Lindungi kami Ya Rabb, jalan untuk kami semoga selalu terahmati.
Hanya terus mencoba lewati apapun ketetapanMU....dengan sabar dan ikhlasku.
Berikan saja bahagianya.....bahagia little Keisha.



1 Muharram....terangkat segala kekhawatiran dan ketidaktenangan.
Engkau tersembuhkan Kei...

PANTAIKU DISISIMU...


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 30 November 2010 jam 0:40
 
 
Seperti ucapmu saat itu...." Beri Kakak sedikit waktu, Dik.... Masih banyak yang harus dibenahi...."

Dan disini....aku pun tatapi gambar kerinduan itu...
Seperti ketika kau berkata.... " Tunggu Ayah di pantaimu...."

Heem, hanya buliran bening yang bisa merasakannya...
Bahkan kala hening dan terdengar jelas detakmu dari ku baringkan lelah jiwaku.
Aku masih disini, aku memilih untuk tetap dihatimu.
Dan aku masih berdiri tegak di pantaiku....menggenggam kisah kita, memegang gulungan warna segala harapmu....
Aku akan tetap disini...

Tak akan mudah membentuk hatiku, pun tak pernah sulit untuk menemukanku.
Aku hanya tiupan bagimu, namun akan kubuat kisahmu lebih sempurna dalam sapuannya....
Tiada lelah, tanpa keluh....yang akan selalu berikan nafas untukmu.

Kini, kala segala rasa semakin membuncah....
" Kau tak bisa miliki seutuhnya, namun hatiku nyaris berbentuk namamu..."

HANYA ANTARA ADIK DAN BUNDA SAJA


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 08 November 2010 jam 11:39


Ada sepenggal kisah yang nyata ada disekitar kita, namun kadang luput dari perhatian. Ini adalah cerita yang bagi sebagian orang hanyalah cerita ringan dan biasa namun pasti ada antara kita yang berkubang didalamnya demi sebuah peran................



Terdengar lagu Bimbo mengisi sela ruang antara mereka, Bunda dengan Adik, anak gadisnya yang masih kecil.
Terlihat Bunda serius konsentrasi pada laptopnya sementara Adik asyik membaca halaman buku ceritanya.
“Ada anak bertanya pada Bapaknya buat apa berlapar-lapar puasa…. Ada anak bertanya pada Bapaknya………….”
Tiba-tiba nyanyian itu terhenti, Bunda merasa agak heran karena Bunda tahu kalau listrik tidak sedang pemadaman, namun akhirnya Bunda mengerti demi melihat remote dalam genggaman Adik.
Bunda memandang Adik berharap jawaban dengan senyum yang tersungging di wajahnya.
“Adik punya Bapak ?” tanya Adik memecah kesunyian mereka.
Meskipun pelan suara tanya Adik namun terasa sangat menggelegar bak halilintar, menyambar dan mengaliri sekujur tubuh Bunda hingga untuk beberapa saat hanya sanggup terdiam.
Bunda sebenarnya sudah mempersiapkan jawaban bahkan kala Adik masih sangat kecil karena Bunda tahu suatu saat Adik pasti mempertanyakannya. Namun Bunda tidak menyangka bahwa hari inilah saat itu dan sekarang entah kemana perginya semua jawaban itu…..
“Ayah……….?” tanya Bunda dengan suara bergetar.
“Adik punya Ayah ?” tanya Adik kembali.
Bunda bangkit dari duduknya, meghampiri gadis kecilnya yang terdiam menunggu jawaban. Bunda duduk dihadapan Adik lalu mengusap kedua pipi Adik dengan kedua tangannya. Hal ini biasa mereka lakukan sebagai ungkapan sayang, namun kali ini Adik tidak membalas salam sayang Bunda. Adik hanya menatap Bunda lekat dan amat dekat.
“Semua anak punya Ayah, Sayang……..” kata Bunda berusaha tenang dan membalas tatapan Adik dengan tetap tersenyum.
“Ayah Adik mana ?” tanya Adik lagi.
Bunda diam sejenak, lalu bangkit dan berjalan menuju kamarnya. Tak lama kemudian Bunda kembali di hadapan Adik.
“Ini Ayah…..” kata Bunda sambil menyerahkan selembar foto pada Adik.
Adik meneliti gambar pada foto tersebut, sementara Bunda tak melepaskan pandangannya dari gerak gerik Adik. Ada perasaan aneh yang tiba-tiba menyergap Bunda dan itu terasa menyesakkan.
“Adik tidak kenal…….” kata Adik sambil meletakkan foto itu di sampingnya.
“Adik belum sempat mengenal Ayah.” kata Bunda menenangkan Adik.
“Kenapa Ayah tak disini bersama kita Bunda ?” kejar Adik.
“Ayah memilih untuk seperti itu, Sayang.” jawab Bunda
“Ayah tak sayang Adik……….?!” wajah Adik menegang lagi.
Bunda terdiam sejenak, menarik nafas menata hati dan jua emosi.
“Ayah sayangimu, Nak…….seperti halnya Bunda.” Bunda menjawab masih dengan tersenyum
“Kenapa pergi kalau sayang ? Apa Bunda juga akan tinggalkan Adik ?” nyata kecemasan terpancar dari mata beningnya.
“Bunda tak akan pergi, Sayang, meskipun Bunda sering tinggalin adik untuk bekerja. Adik hanya masih kecil saja untuk mengerti hal ini…….”
Bunda menggeser posisi duduknya dan berada disamping Adik, melingkarkan tangannya merengkuh Adik sehingga Adik nyaman bersandar di bahu Bunda.
Kemudian Bunda mengambil tangan Adik dan meletakkannya diatas telapak tangan Bunda.
“Kelak kalau tangan Adik sudah sebesar tangan Bunda, kala itu Adik akan mengerti kenapa Ayah tak bersama kita.” Adik memperhatikan tangannya yang tertungkup di tangan Bunda.
“Tangan Adik akan sebesar Bunda ?” tanya Adik kemudian.
“Iyah, Sayang……dan bila saat itu tiba Adik pasti mengerti tentang banyak hal dan mungkin Adik yang akan ninggalin Bunda !” kata Bunda menggoda dengan menyentuhkan ujung jarinya ke hidung Adik, dan Adik mendekut manja sambil tersenyum.
“Adik rindu Ayah ?” tanya Bunda sambil mengusap punggung tangan Adik yang tampak mungil diatas telapaknya.
Adik diam, sepertinya menikmati elusan lembut Bunda.
“Adik sedih kita hanya berdua saja ?” tanya Bunda kemudian.
Adik masih terdiam, entah apa yang bisa dipikirkan gadis sekecil Adik tentang masalah ini.
“Tidak tahu Bunda…..Adik tidak kenal” kata Adik sambil melirik kembali gambar di foto yang tergeletak disampingnya itu.
“Adik akan mengenal Ayah…….beri Ayah waktu, yah ?” pinta Bunda menenangkan Adik.
“Bunda…….rindu Ayah ?” kali ini Adik menatap Bunda dengan pandangan menggoda.
“Bunda lebih rindu pada Adik………..” jawab Bunda lembut.
“Adik tidak apa-apa kan hanya ada kita ?!” tanya Bunda hati-hati.
“Bunda bisa jagai Adik selama ini, bisa jadi orang tua buat Adik…………” Bunda menarik nafas karena merasa ada yang mendesak kuat dadanya.
“Bunda bisa imami Adik……….” pertahanan Bunda nyaris patah.
“Adik sayang Bunda……….” kata Adik sambil memeluk erat Bunda.
Dan kali ini Bunda benar-benar menyerah, air matanya jatuh tak mampu dibendung lg, namun Bunda tetap berusaha menahan isak agar Adik tidak tahu, namun gadis kecil itu semakin mempererat pelukannya.
“Jangan menangis Bunda…………..” kata Adik kemudian.
“Maafkan Bunda, Sayang……….”
Dan mereka berpelukan seolah tak ada jarak lagi antara mereka. Tak ada siapa pun kecuali hanya mereka saja…….Adik dan Bunda.

Indah SISI-ku


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 05 November 2010 jam 10:30


Kusebut apa perasaan ini ??
Tidak bisa aku rasakan lagi……….tidak bila hanya untuk cerita saja.
Aku meratap menatap langit ??
Tidak inginku seperti itu..........namun air selalu leleh dari sudutnya.......
Hanya tak terdengar isaknya saja...........tak akan terdengar apa-apa

Bila sekarang hujan pun, matahari pasti ada………..namun terkalahkan oleh lapis awan yang gemakan namamu.
Masih terdengar.............................
Semakin nyaring.........mulai surutkan pantaiku.

Di tepian tempatku berdiri kini...........
Mungkin memang harus menepi.........mulai ditepikan.
Namun ada gelak canda terdengar dari sisi kuberdiri.
Mengiris..........ternyata sebabkan luka.

ingin ANGIN-ku dalam wujud dirimu


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 04 November 2010 jam 12:58


Disini aku pernah berteduh………..kini pun aku berteduh disini.
Bukan tak berani ku terobos tembusinya...........
Aku hanya ingin berhenti saja.
Sedikit lelah dan berharap pada bahu untuk redakannya.
Namun tetap saja kurasakan basahnya......dan tak terbendung jiwa ini rasainya.
Kala reda pun aku masih tak beranjak dariku berdiri.........
Aku tenggelam.............masih bersamamu.
Dan suara kecipak dari kolam di tepian gugah sadarku.
Heem.............
Kutatap genangan airnya......keruh namun tampak gulungan awan yang masih menghitam.
Aku harus jalan kembali..............
Tujuanku masih jauh.
Ringan langkah pada ringkih raga...........muhasabah pada tiap pijakannya.
Aku tahu matahari bersinar kini.
Angin pun masih hembuskan sejuknya.
Masih ingin mengangkat segala duka.........semua lukamu.
Masih ingin seka tetes-tetes darah itu...........
Masih ingin selubungi hati dan terbangkan jiwamu.
...........................................................................................
Mungkin tak kau lihat hempasannya walau kau rasakan tiupannya.
Mungkin kau lebih perhatikan pasir-pasir diujung sepatumu.
Lebih mendengarkan burung yang bersuara gelitik pendengaranmu.
Lebih tertarik pada bunga yang menebarkan aroma wangi disekitarmu
………………………………………………………………………………………………..........
Namun angin tak akan berhenti mengalir……….
Tak menyerah untuk sapukan sepoinya.
Berharap padamkan api yang terus menggerus dan hanguskan tiap impian dan harapanmu.
Angin tetap akan ada...........diminta atau pun tidak.
Angin tetap akan disekitar.............ditolak apalagi diminta hadirnya.
Angin pasti ada.
Percayalah.......................


Biar kutuntun langkahmu untuk menuju arahku
Biarkan angin menyatu dalam rinaiku

Nafas Hidupmu.... Awal 1 Kehidupanmu (Mozart at beat 22)

Nafas Hidupmu.... Awal 1 Kehidupanmu (Mozart at beat 22)

oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 22 Oktober 2010 jam 5:29
Hari ini....
Engkau telah berhasil lewatkan 1 tahun awal kehidupanmu.
Hitungan hari yang ternyata amat singkat bagiku.
Namun ku tahu pastilah teramat berat buatmu.
Engkau lemah, hanya bisa berbaring saja.
Tapi kau tunjukkan padaku bahwa kau sangat kuat...
Kau angkat kepalamu tatapi sekitarmu...
Kau hentakkan kakimu seakan bisa menopang tubuhmu...
Kau bergerak...sudah tak mau dalam dekapku lagi.
Dan kau pun merangkak karena terlalu indah untuk terlewati.
Kau jelajahi alammu...kau penuhi rasa ingin tahumu.
Bahkan kau tumpukan beban pada kaki-kaki mungilmu.
Dan ku yakin engkau mampu...

Saat ini...
Engkau begitu beda.
Engkau nampak perkasa dan mampu taklukkan segalany.
Engkau berbaring kala lelap saja...selebihny adalah ceria, canda, ocehan dan tingkahmu...
Tak ada yang mampu hentikan kecuali inginmu...
Tak ada yang mampu mencegah kecuali hatimu...
Aku bangga nak...tak terkira...

Keisha...
Engkau penunjuk takdirku...hingga ku tahu makna hadirku.
Kau warnaiku dengan putihmu...tiada noda, tanpa dosa.
Akan kubuat lebih indah lagi dirimu hingga hiasi tiap-tiap kisahmu.
Dan kupilihkan tanpa luka...tak tersentuh oleh duka.

Bidadari kecilku...
Engkau ajarkan banyak hal padaku.
Engkau sentuhkan segenap rasa dalam jiwaku...
Kau penuhi kekosongan itu....dan tak lagi hanya hampa.
Engkaulah segalaku kini...

Allah...
Tak bisa lagi kuhitung lafadz syukurku...tak akan pernah terhenti jua.
Akan kujaga rahmatMU sebaik-baik percayaMU...
Kurawat sehati-hati kasih sayangMU...
Kubimbing hingga bersama temukan jalanMU...
Kuatkan saja aku Ya Allah...sabarkan aku.
Yakinkan memang tidak sia-sia perjalanan ini....


Genggam tanganku, percayalah...
Sebenarnya sudah tak jauh lg....

Rapuh Raga Rengkuh Rasa


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 12 Oktober 2010 jam 14:22
 
 
Waktu tidak lagi menjadi hitungan hari…….

Semua kelam…..nyaris pekat bahkan.

Bisakah lagi terbenahi hingga terbentuk pelangi ?

Sepi tak lagi hanya milik diri…..dan jiwa ini pun masih mampu pahami lagi.

Bahkan sulur-sulur itu masih ingin sejajari matahari……..





Aku hambaMu Ya Rabb……. Aku hanya makhlukMu……….

Aku ingin diantara mereka kini………antara langkah-langkah tertatih dan timpang.

Diantara derit kursi roda dan derak-derak besi pada lantainya.

Itu penyangga…….ku yakin itu hidupnya.

Dan aku terlalu takabur memaknai diri………karena aku juga hanya mereka.

Yang kadang masih berlindung jua dari tatapan asingnya.

Tempatmu bukan disini !!..........

Aku dengar hardik pada sorot matanya.





Ya Rabb………aku hanya ingin bersamanya.

Berharap bisa temukan jalanMu bila dengannya………

Berada antara rengkuh kokoh lengan-lengannya.

Berpegang hanya padanya saja………….





Tiap ruh pun mendamba……..

Hanya agar bisa dijaganya……..

Warnaku Kini....(Terlihatkah ???)


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 02 Oktober 2010 jam 0:28


Saat ini aku ingin dalam balutan mawar...
Menciumi wanginya antara tusukan durinya...
Merasakan lembut helainya pun perih darah karenanya.
Dan dalam kotak itu hanya ada lembar-lembar tulisan...
Larik bak bait yang trcabik pada ujungnya.
Terlihat samar...serupa warnamu.
Lalu ??
Bukankah bulan belum terlihat mati ?
Begitu jua dengan malam yang menebar mimpi...
Bahkan kala pekat pun masih ada suluh dalam ruang hati...yang setia iringimu.
Sarat jiwa dalam makna, terkancing dan terkunci demi masa.
Bisakah benahi semuanya ?
Mampukah ??
Sementara langit masih menawarkan janjinya...
Dan jalan ini licin kurasa.

Begitu Inginku......Kamu ? (masihkah ada tanya itu ??)


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 30 September 2010 jam 12:04


Kertas ini telah lusuh…..
aku selalu tergoda untuk membaca tulisan didalamnya
Meskipun tak serapi awalnya namun aku sudah berhati-hati melipatnya karena aku ingin menjaganya.
Hanya pada kalimat yang terakhir kenapa aku suka membukanya kembali
“Semua akan baik-baik saja, sabar yah sayang…….. “
Bagiku itu adalah jawaban…..untukku itu adalah pegangan.
Meski harus dengan keraguan aku tetap teryakinkan.

Beberapa kali harus ada goresan, bahkan kurasa terlalu dalam…
Saat sekarang pun masih kurasakan pedihnya.
Dan aku tahu akan datang goresan-goresan baru yang akan sempurnakan lukaku.
Pastilah akan nampak indah kupandangai diriku saat itu.
Semampunya akan kuperindah gambarannya dengan pengertianku.

Kala merasa tak berdaya….terduduk dan tertunduk dalam.
Ada lubang dan aku terjerembab jatuh…
Namun kurasakan hangat genggamanmu dan nyamannya pelukanmu
Bahkan pekik riangmu jua indah suara tawa candamu….begitu penuh mengisi kekosongan itu.
Aku tak lagi hampa….
Aku kuat untuk taklukkan segalanya

Ku patut lagi diriku dalam-dalam….dan pada cermin itu aku pun mendapati dirimu yang perhatikanku.
Engkau tak disini…..engkau hanya mengikatkan hati.
Aku tahu semuanya teramat berarti dan ku mulai pahami.
Lalu sepertiganya adalah waktu untuk akui kehinaan diri karena hanya meminta dan memohonkan……..
Sangat banyak yang ku pinta, sebanyak pikiranku….
Begitu jua dengan permohonan karena takutnya jiwa hadapinya
Sangat lirih terucapkan……..dan membekas dalam pada sajadahku.
Ya Rabb….aku hambaMU yang menghiba
Aku melihat keagungan itu tiap waktu…. dengan segala keterbatasanku

KEISHA.....engkau ANAKku


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 29 September 2010 jam 10:34


Keisha.....Keisha.....Keisha.....
Tak pernah terhenti namamu kusebut selepas dzikirku

Kedatanganmu.....
Kelahiranmu.....
Jerit tangismu.....
Tawamu.....
Senyumanmu.....
Ocehanmu.....
Gerak ragamu.....
Hentakan kakimu.....
Gapaian tanganmu.....
Tatapanmu.....
Genggamanmu.....
Lelapmu.....
Segala tingkah dan perilakumu amatlah berarti
Bahkan kala sakitmu.....

Aku ingin jadi pengasuhmu.....selalu terhubung denganmu.
Percayakan semua kisahmu.....aku selalu ada untukmu.
Aku cintaimu.....
Sayangimu.....
Aku jagaimu.....
Lindungimu.....
Aku penuhimu.....
Aku inginkan bahagiamu.

Mendekat sini sayang.....
Peluk aku dan hangatkan hatimu...
Cium aku dengan caramu.....
Perlihatkan aku senyum bidadarimu.....
Perdengarkanku ocehan ceriamu.
Mungkin aku tak mengerti namun aku bisa pahami maksudmu.
Aku tahu inginmu.....

Menarilah sayang.....
Bernyanyilah dalam alunan jiwaku.....
Aku yang butuhkanmu sayang.
Akulah yg meminta dirimu.....
Tanpa syarat....karena dirimu bukan kesepakatan, bukan jua perjanjian
Kamu adalah titipanNYA dan aku adalah Ibumu.....
Aku mamahmu nak..........

Adik Kecil itu......sangat akrab denganku


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 14 September 2010 jam 11:08


Adik kecil kenapa bersedih ?
Siapa yang menggoreskan luka kali ini ?
Apakah orang-orang terdekatmu…orang-orang yang kau sayangi ??

Kenapa adik kecil ?
Apa menurut mereka ada kesalahan lagi….?
Apakah usahamu yang selalu tak mencukupi ??

Adik kecil kenapa menangis ?
Begitu dalamkah dukamu kali ini ?
Apakah mereka tetap tidak menyadari ??

Kemarilah adik kecil….hempaskan saja tubuhmu dalam pelukanku….
Kan ku dekap erat hingga tenang jiwamu.
Dan menangislah adik kecil….aku pun pernah menangis sepertimu….
Bersedihlah adik kecil….aku pun pernah terluka jua
Tenanglah….
Sudahlah…...

Adik kecil….angkatlah wajahmu sekarang….
Lihatlah gulungan berbuih mendekatimu…mengajakmu bermain.
Ayoh adik kecil….basahkan kakimu dengan jilatan ombakku
Dan menarilah bersamaku adik kecil….kita ikuti alunan anginku….

Look !!! Ada kupu-kupu….
Tahukah kamu adik kecil….dia pun ingin menari bersama kita….
Dia pun ingin melihat senyumanmu.

Hey….engkau tertawa adik kecil ??!!
Indah sayang….aku suka suara tawamu.
Tetaplah seperti itu….demi aku.

Teruslah menari adik kecil….
Bermainlah dengan ombakku….berkejaranlah dengan kupu-kupuku.
Heem, kakimu pun menghitam karena balutan pasirku…..

Adik kecil…kemarilah.
Engkau tenang sekarang ?
Dengarlah aku kali ini…..
Selalu ada bahagia antara duka.
Percayalah adik kecil…..semua akan indah pada masanya.
Sabarlah adik kecil….bersabarlah

Pulanglah….
Hujan akan segera datang….sebentar lagi.
Hati-hati dengan langkahmu.

Kembalilah…..
Aku tak akan tinggalkanmu….tak akan kemana-mana.

Dan berjanjilah…..
Kala engkau datangi pantaiku sertakan jua senyum dan tawamu.


Berjanjilah adik kecil…….

My KEISHA


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 02 Agustus 2010 jam 11:19
 
 
Kali ini aku akan bercerita tentang kebersamaanku bersama baby Kei bahkan waktu dia masih dalam kandungan.

Kehadiranmu adalah semua do’a yang terjawab…
Keberadaanmu mampu mengubahku jadi manusia yang selalu ingin tahu.
Aku cari segala ilmu yang membahas tentang kamu.
Kuikuti sampai hal terkecil untuk tahu perkembanganmu.
Bahkan kau perkenalkan aku pada dunia baru, dengan teman-teman baru…
(Hai IBers….keren juga aku menjuluki kalian, hihihiiiii, berterimakasihlah pada baby Kei, karena dia kalian bisa mengenal seorang Gevi, heheheeee..
Kebalik yah ??!!.....
Heem, akulah yang berterimakasih pada baby Kei karena dia aku bisa mendapatkan banyak teman yang lucu-lucu, pinter dan berpengalaman seperti kalian IBers, yang rela dicela saat bercanda dan ikhlas tersenyum saat kuhina…kalian tahu aku suka bercanda, sampai guling-gulingan ketawanya….)

Aku suka berbagi cerita dengan baby Kei, selalu kuajak bicara sejak dia mampu menendangku, kuceritakan apa saja…nyaris seperti orang gila…
Tapi aku yakin aku tidak sedang bicara sendiri, aku tahu kamu selalu mendengarku…
Bahkan saat aku bersedih dan menangis ( gak hamil ajah aku sensitif apa lagi hamil, makin menjadi-jadi sensinya, tapi tidak terus-terusan bersedih kaleee….. hanya kadang aku tidak bisa menerima keadaan saja makanya sampai menangis, apalagi waktu hamil baby Kei banyak sekali masalah yang aku hadapi…sendiri), aku minta maaf sama baby Kei, aku bilang “Maafin mamah nak, mamah sedang menangis tapi dd jangan ikut bersedih yah, mamah gak pa-pa…!”
Aku selalu menghibur diriku dan bermain-main dengan baby Kei karena aku tahu calby (=calon baby…., keren lagi kn istilah aku, hihiiiii....) bisa ikut merasakan emosi bundanya, dan aku tidak ingin my calby kelak menjadi anak yang pemurung dan selalu bersedih.

Dan saat dibilang sungsang (kontrol tanggal 23 Juli 2009) aku disuruh nungging kalau calby bergerak dan berhenti nungging saat calby berhenti bergerak dan aku juga disuruh tidur miring kekiri. Aku diberi waktu 3 minggu sama dokter dan kalau tetap sungsang akan dibantu diperbaiki.
Tapi my calby suka jahil juga kalau aku rasa-rasa…. Tiap bergerak aku secepat-cepatnya nungging tapi calby tiba-tiba berhenti, bahkan saat tiduran pun bila kurasakan calby menendang secepatnya aku berusaha untuk nungging tapi lagi-lagi dia berhenti… Akhirnya aku pasrah, aku serahkan semuanya pada calby ”Dd anak pinter, mamah serahin semuanya sama dd, mamah gak akan maksa dd, kalau toh harus operasi juga gak pa-pa, yang penting dd sehat…” kataku dengan senyum kali ini….
Dasarnya my calby anak pinter, waktu kontrol lagi calby sudah pada posisinya….”Makasih sayang…makasih banget….!”

Aku juga berbagi musik dengan baby Kei, aku download banyak lagu klasik : Mozart, Bethoven, Vivaldi…
Aku perdengarkan semua hingga dia menunjuk pada satu judul : Sonata in C Andante by Mozart. Tiap lagu itu diperdengarkan calby selalu bergerak dan menendang, sampai aku berpikir “Sedang apa kamu, nak, sampai begini bentuk perut mamah ?!”
Makanya aku selalu perdengarkannya, berulang-ulang karena aku tahu engkau suka.

Bahkan namamu pun engkau yang milih sendiri.
Milih sendiri ?? dia kan masih dalam kandungan, bagaimana bisa milih sendiri ??
Selalu seperti itu reaksi orang….tidak heran dan memang kedengarannya aneh, tapi itulah caraku berbagi dengannya.
Pada usia kehamilan 6 bulan dokterku bilang “Wah, ibu akan banyak rejeki nih, katanya kalo anak pertama perempuan akan banyak rejekinya”
AMIN…….
Dan karena aku terlalu asyik dengan perkembangannya saja, tanpa sadar calby udah 8 bulan dan aku belum mencarikan nama untuknya.
Lagi-lagi aku mencari di berbagai situs dan itu buat aku sangat bingung….aku yakin ibu-ibu juga akan begitu kalau sudah urusan kasih nama calby.
Aku punya beberapa alternatif nama buat calby :
- Ayesha, berarti si kecil, mungil. (karena dokter bilang my calby tidak ada 2500 gr, sedih waktu dibilang begitu tapi ada penghiburan kalau calby sehat. Dan ternyata dokter keliru memperkirakan BB calby…my baby terlahir dengan BB 3150 gr, tidak mungkin kan dalam waktu 1 minggu aku bisa menambah BB calby 1000 gr lebih?!.... Ternyata dokter juga manusia, bisa salah…)
- Lakeisha, berarti hidup sejahtera atau idola
- Myisha, berarti wanita dan kehidupan
- Zaina, berarti cantik
Nama-nama yang indah menurutku…
Memang hanya nama perempuan yang aku siapkan itu karena dalam hati aku begitu yakin kalau my calby adalah perempuan.
Tiap ada kesempatan aku mengajaknya bicara, kali ini lebih sering membicarakan namanya…
“Dd, mamah ingin memberimu nama, mamah ada nama yang bagus-bagus buat dd…kalau dd suka kasih tahu mamah yah…”
Aku sebutin nama-nama itu satu persatu, aku kasih jeda antaranya dan saat Lakeisha kusebut aku merasakan gerakannya. Kuulangi lagi dengan mengacak urutannya dan lagi saat Lakeisha kusebut calby bergerak
Aku pikir waktu itu hanya kebetulan saja, tapi tiap ada kesempatan bicara dan aku sebutkan nama-nama itu lagi reaksinya adalah sama. Jadi aku berkesimpulan kalau my calby suka dengan nama Lakeisha.
Jadi baby Kei yang memilih namanya sendiri…. Cara yang unik dan genius kata seseorang….(heem, tq k’ yah…semoga kk sukses dan lakukan semuanya dengan hati, yakinlah tidak ada yang sia-sia….).
Rencananya waktu itu aku akan memberi nama my calby dengan Lakeisha Dyana Putri…tapi beberapa hari sebelum aku cuti aku menemukan nama Faranissa, yang artinya gadis yang selalu tersenyum (ramah) dan aku suka nama itu, maka jadilah Lakeisha Dyan Faranissa, yang Insyaallah berarti gadis yang selalu tersenyum dan hidupnya sejahtera…AMIN.

Lha namaku sendiri apa artinya ?? entahlah…
Kutanya tak ada jawab…
Kucari tak kutemukan jalan…
Biarkan kau tetap memanggilku Gevi…karena aku sudah lekat dengannya pada kehidupan keduaku.
Apa pun artinya semoga tidak hanya indah kala disebutkan saja.
Banggalah seperti aku jalani hidupku kini.
Jangan jadikan aku sombong karena bumi ini terlalu indah untuk kutinggalkan.
Biarlah aku tetap menjadi diriku…dengan kuat dan lemahku.
Antara lebih jua kurangku.
Kususupkan lenganku pada sayap-sayapmu.
Jangan kau patahkan hingga aku terhempas luka.
Buat semua ini berarti…..

Dan sekarang tiap hari bisa kuteriakkan nama Keisha dengan bangga kupeluk raganya dan kubentuk jiwanya (jangan kau ajarkan emosionalmu padanya sayang….siap Yah!! Heheeee) karena hadirnya mendapat pandangan sebelah mata saja, bukan pada baby Kei tapi pada Gevi dan kuharap ada pengakuan untukmu nak dan kuingin baby Kei juga bangga punya mamah seorang Gevi.




Aku SEMPURNA...itu KARENAMU


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 12 Juli 2010 jam 9:23
 
 
Sayang…apa pun yang terjadi engkau akan selalu milikiku, selamanya…
Apa pun itu...sayang.
Bagaimana pun engkau…aku tak akan tinggalkanmu.
Kan kudengar panggilanmu, selalu…
Kan kusimak semua ceritamu.
Aku akan jagaimu sayang…
Karena engkau segala pinta yang terwujud…
Engkaulah semua do’a yang terjawab.
Lihatlah aku sayang…
Bukankah aku selalu tersenyum untukmu, bernyanyi dan menemanimu ?
Selalu berada disampingmu ?...
Jangan jauh-jauh dariku sayang…
Jangan pernah tepikan aku
Karena engkau bahagiaku…engkau kuat dan tegarku.
Antara sekian air mata, engkaulah pijar harapan dalam hatiku…
Diantara sekian cinta, engkaulah ketulusan tersucinya.
Aku beruntung sayang…aku sempurna karenamu.
Terus genggam tangan ini, percayakan padaku…
Jalanlah bersamaku, aku akan bimbing kamu…
Pelan-pelan saja sayang…aku tak akan tinggalkanmu.
Kalau kau terjatuh, cepatlah bangun dan kita melangkah lagi...
Kita harus kuat sayang…kita saling menguatkan.
Bila kamu lelah…berhentilah.
Aku tak akan paksakan engkau tuk berlari.
Sinih sayang…biar kuhapus peluhmu…
Air dalam botol ini biar untukmu saja…
Dan biar kudekap erat dirimu kuselimuti dalam dinginmu
Heem, bajuku robek, tapi biarlah aku tetap dengan jilbab yang sama jua…
Aku masih bisa menjahitnya, masih bisa bertahan beberapa lama…
Tak apa-apa sayang, asal engkau memakai yang terbaik dariku.
Karena semua usaha, semua harapan dan semua do’a hanya untukmu saja sekarang.
Karena aku ingin hidupmu baik-baik saja kelak.
Aku ingin semua butuh dan inginmu terpenuhi.
Dan tahukah kamu sayang…
Saat kamu menangis aku pun berair mata…
Kala kamu kesakitan aku pun terluka dan berdarah.
Biarkan aku saja terima sakitmu sayang…
Biarkan aku saja terima sakitmu.
Aku ingin engkau gembirakan hari-harimu…
Tak tersentuh oleh sedih dan duka…sedikitpun.
Sayang…akan kujadikan engkau bintang dihatiku.
Yang terus berkedip lincah dengan kerling ceriamu…
Yang bisa kutatap tiap malam-malamku dengan senyum penuh kebanggaan.

Terima kasih sayang…
Engkau telah ajarkan aku hidup.
Kau berikan aku senyum dan tawamu yang indah.
Engkaulah sebaik-baik hartaku…

Alhamdulillah Ya Rabb…
Atas KEISHA yang sekarang menemaniku...
Aku tak sendiri lagi.



Dalam Tangisku Tadi Malam...bukan hanya semalam saja


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 09 Juli 2010 jam 8:58


Semalam aku menangis…
Aku menangisi pikiranku, perasaanku dan juga ucap do’aku.
Semalam aku berpikir, bagaimana lepaskan beban tanpa menyakiti ?....
Semalam aku merasa…aku sendirian saja sekarang.
Dan semalam aku berdo’a…
Heem, banyak do’a yang aku ucapkan.
Aku berdo’a untuk gadis kecilku, keluargaku dan untuk kamu.
Bukan hanya semalam saja aku menangis…
Tapi malam-malam yang sudah kulewati bersama sepi selalu ada air mata yang menemani…
Dan semalam…aku begitu dekat denganMU…
Aku merasakan hangatMU memeluk jiwaku yang merindu…
Dan aku pun mengadukan semua padaMU.
Semalam aku tidak menyinggung apa-apa tentang diriku…
Karena aku tak ingin apa-apa selain bahagia kalian….bahagia gadis kecilku, keluargaku dan jua bahagiamu.
Aku tidak apa-apa dengan hidupku…
Aku sudah ikhlaskan semuanya.
Antara sela isakku…kutatap tenang gadis kecilku.
Dan airmata semakin deras kurasakan aliri pipiku…
Ya Rabb…bimbing langkahku untuk tuntun jalan gadis kecilku…
Luaskan pandanganku untuk menjaganya selalu…
Semua kuatku hanya untuk dirinya saja Ya Rabb…

Aku juga berdo’a untukmu sayang…..
Aku pintakan bahagia untukmu, bersama semua beban hidupmu…
Aku mohonkan kesempurnaan jiwa untuk selalu jadi imamku.

Kuakhiri pengaduan panjangku dengan Amin…
Kuhapus airmata yang tersisa dengan mukena yang basah.
Kucium gadis kecilku yang tersenyum dalam mimpinya.
Dan kupeluk dirimu erat dalam rengkuh cintaku.




Dan semalam dalam mimpiku engkau berkata “berdo’a buat Ayah, sayang ?”




Insyaallah…semua kan baik-baik saja.

Pantaiku...anugerah tersisa dalam buliranku


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 15 Juni 2010 jam 9:43
Aku terduduk…tak mampu lagi berdiri, apalagi melangkah…
Aku bergetar hebat, kakiku melemah…aku lelah…
Apakah aku sudah kalah ?
Haruskah aku menyerah ?
Kutatap sekitarku…sepi…sangat tenang dan memang menenangkanku.
Dimana aku ?...
Hembusan angin lembut menyapa wajahku…
Halus deburnya seolah memberitahuku…
Ohh, aku dipantaiku…
Kutatap sayu riaknya yang kian mendekat…
Gulungannya pecah didekatku bersimpuh.
Heem, kuterima sapanya…

Aku memejam…mencoba mengingat-ingat kembali…
Tapi aku tak bisa mengingat apa-apa.
Aku hanya tahu yang aku rasakan…sakit.
Aku terhenyak kala airnya jilati kakiku…
Heem, dia berusaha sadarkan aku..
Aku tersenyum…pantaiku masih bersamaku.
Aku ingin berbagi, tapi aku tak mampu bersuara lagi…

Kali ini derunya lebih keras, mengguncang hebat tarian jilbabku.
Aku pegangi ujungnya…tapi terlepas…
Entah karena anginnya yang kencang ataukah aku yang terlalu lemah ?
Tiba-tiba aku melihat cahaya kecil…melayang, terbang…
Kini ia dalam jangkauanku.
Kunang-kunang…
Siapa yang membawamu kesini ?
Hempasan ombak jatuh kepangkuanku.
Pantaiku…aku tahu, tapi kenapa kunang-kunangku ?
Apakah kamu tahu yang aku inginkan untuk penghiburku ?...

Kunang-kunangku…sungguh senang aku melihatmu sekarang...
Tapi cukup engkau disitu saja.
Jangan lagi mendekat…
Aku tak sanggup bila sinarmu telanjangi hidupku kali ini.
Menguak dosa dan semua luka hatiku…
Lihat saja aku dari situ…biarkan hanya kupandangi indahmu.
Jaga saja jiwaku dari noda dan ketidakberdayaanku.
Dan engkaupun berlalu…menjauh terbang kelautku.
Kuperhatikan saja dirimu…ah, andai aku bisa sepertimu.
Menembus gelap meski kecil pijar sinarmu.
Ya Allah…dia tuliskan sebuah nama dalam sinarnya.
Begitu kemilau dan mempesonaku…
Dan aku hanyamampu lirih mengeja nama itu…bahkan tak terdengar oleh ombakku.

Bulir-bulir itu kembali jatuh…
Pantaiku,
Kunang-kunangku…
Aku hanya mengalah saja.
Aku masih bernyawa…
Aku masih miliki ia…
Genggam tanganku sayang…engkaulah yang kuatkanku.
Tatap lekat wajahku, aku pun mencintaimu.
Ayoh, sayang…kita berdiri dan siap untuk berjalan lagi.





Kapan kau bisa menikmati pantaiku jua ?

ku ingin sabar_ku


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 17 Mei 2010 jam 11:54
Jika buruk kau rasa harimu, aku berharap aku bukan jadi bagian darinya…
Bila indah yang kau rasakan, aku ingin jadi seorang yang warnainya...
Tapi aku manusia biasa...
Aku hanya bisa lakukan yang terbaik saja...
Entah buruk buatmu...atau indah bagimu...
Aku hanya mau yang terbaik jua untukmu...
Aku terpana saja...
Atau karena waktu yang selalu keliru...
Aku bahkan tidak tahu apa salahku ? dimana ?
Tapi selalu dipertanyakan dengan suara tidak mengenakkan...
Dan aku tidak pernah mendengar jawabnya, tidak sekali pun...
Atau memang aku yang salah ?...
Entahlah....
Kenapa bisa begitu sakit mendengar ketusmu ?
Kenapa begitu kesal mendengar hanya diammu ?
Dan aku...semakin kaku memandangmu...
Aku tak berani, meskipun hanya sekedar menyentuhmu...
Bahkan melihatmu...
Biarkan ku jaga malam untuk kamu dan bidadariku.
Biarkan kurasakan dingin demi hangatnya kalian...
Biarkan saja....
Jangan pula protes...
Aku yang mau itu semua.
Aku yang cinta kalian.





Aku jagai kamu, Geg...
Tidurlah dengan tenangmu, Yah...