Senin, 02 Mei 2011

Pantaiku...anugerah tersisa dalam buliranku


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 15 Juni 2010 jam 9:43
Aku terduduk…tak mampu lagi berdiri, apalagi melangkah…
Aku bergetar hebat, kakiku melemah…aku lelah…
Apakah aku sudah kalah ?
Haruskah aku menyerah ?
Kutatap sekitarku…sepi…sangat tenang dan memang menenangkanku.
Dimana aku ?...
Hembusan angin lembut menyapa wajahku…
Halus deburnya seolah memberitahuku…
Ohh, aku dipantaiku…
Kutatap sayu riaknya yang kian mendekat…
Gulungannya pecah didekatku bersimpuh.
Heem, kuterima sapanya…

Aku memejam…mencoba mengingat-ingat kembali…
Tapi aku tak bisa mengingat apa-apa.
Aku hanya tahu yang aku rasakan…sakit.
Aku terhenyak kala airnya jilati kakiku…
Heem, dia berusaha sadarkan aku..
Aku tersenyum…pantaiku masih bersamaku.
Aku ingin berbagi, tapi aku tak mampu bersuara lagi…

Kali ini derunya lebih keras, mengguncang hebat tarian jilbabku.
Aku pegangi ujungnya…tapi terlepas…
Entah karena anginnya yang kencang ataukah aku yang terlalu lemah ?
Tiba-tiba aku melihat cahaya kecil…melayang, terbang…
Kini ia dalam jangkauanku.
Kunang-kunang…
Siapa yang membawamu kesini ?
Hempasan ombak jatuh kepangkuanku.
Pantaiku…aku tahu, tapi kenapa kunang-kunangku ?
Apakah kamu tahu yang aku inginkan untuk penghiburku ?...

Kunang-kunangku…sungguh senang aku melihatmu sekarang...
Tapi cukup engkau disitu saja.
Jangan lagi mendekat…
Aku tak sanggup bila sinarmu telanjangi hidupku kali ini.
Menguak dosa dan semua luka hatiku…
Lihat saja aku dari situ…biarkan hanya kupandangi indahmu.
Jaga saja jiwaku dari noda dan ketidakberdayaanku.
Dan engkaupun berlalu…menjauh terbang kelautku.
Kuperhatikan saja dirimu…ah, andai aku bisa sepertimu.
Menembus gelap meski kecil pijar sinarmu.
Ya Allah…dia tuliskan sebuah nama dalam sinarnya.
Begitu kemilau dan mempesonaku…
Dan aku hanyamampu lirih mengeja nama itu…bahkan tak terdengar oleh ombakku.

Bulir-bulir itu kembali jatuh…
Pantaiku,
Kunang-kunangku…
Aku hanya mengalah saja.
Aku masih bernyawa…
Aku masih miliki ia…
Genggam tanganku sayang…engkaulah yang kuatkanku.
Tatap lekat wajahku, aku pun mencintaimu.
Ayoh, sayang…kita berdiri dan siap untuk berjalan lagi.





Kapan kau bisa menikmati pantaiku jua ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar