oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 30 September 2010 jam 12:04
Kertas ini telah lusuh…..
aku selalu tergoda untuk membaca tulisan didalamnya
Meskipun tak serapi awalnya namun aku sudah berhati-hati melipatnya karena aku ingin menjaganya.
Hanya pada kalimat yang terakhir kenapa aku suka membukanya kembali
“Semua akan baik-baik saja, sabar yah sayang…….. “
Bagiku itu adalah jawaban…..untukku itu adalah pegangan.
Meski harus dengan keraguan aku tetap teryakinkan.
Beberapa kali harus ada goresan, bahkan kurasa terlalu dalam…
Saat sekarang pun masih kurasakan pedihnya.
Dan aku tahu akan datang goresan-goresan baru yang akan sempurnakan lukaku.
Pastilah akan nampak indah kupandangai diriku saat itu.
Semampunya akan kuperindah gambarannya dengan pengertianku.
Kala merasa tak berdaya….terduduk dan tertunduk dalam.
Ada lubang dan aku terjerembab jatuh…
Namun kurasakan hangat genggamanmu dan nyamannya pelukanmu
Bahkan pekik riangmu jua indah suara tawa candamu….begitu penuh mengisi kekosongan itu.
Aku tak lagi hampa….
Aku kuat untuk taklukkan segalanya
Ku patut lagi diriku dalam-dalam….dan pada cermin itu aku pun mendapati dirimu yang perhatikanku.
Engkau tak disini…..engkau hanya mengikatkan hati.
Aku tahu semuanya teramat berarti dan ku mulai pahami.
Lalu sepertiganya adalah waktu untuk akui kehinaan diri karena hanya meminta dan memohonkan……..
Sangat banyak yang ku pinta, sebanyak pikiranku….
Begitu jua dengan permohonan karena takutnya jiwa hadapinya
Sangat lirih terucapkan……..dan membekas dalam pada sajadahku.
Ya Rabb….aku hambaMU yang menghiba
Aku melihat keagungan itu tiap waktu…. dengan segala keterbatasanku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar