oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 18 Desember 2010 jam 8:41
Diam.....
Aku pun berharap masih emas adanya.
Berkilau menyilaukan.....namun tak hendak kugenggam.
Biarkan saja.....bila ada yang ingininya.
Suara.....
Sebaiknya engkau pergi saja.
Biarkan tetap sunyi disini.
Biarkan kupeluk antara kosongnya.....
Karena engkau ada pun tetap bergeming, menolehpun sudah enggan.
Rasa.....
Cukupkan dengan yang kau terima.
Meski akhirnya ada bagianmu yang berontak.
Tapi sudahlah.....hanya akan lebih dalam menghujam hati.
Akan terus berdarah sampai mati.....
Jangan lagi kau inginkan jawabnya.
Angin.....
Bebaskan jiwa ini dari segala rasa.
Jernihkan kembali bumiku yang mulai keruh.....
Aku tetap ingin pijakinya, aku masih ingin diantaranya.
Tenggelamkan semua.....
(kind of promises)
Aku pun berharap masih emas adanya.
Berkilau menyilaukan.....namun tak hendak kugenggam.
Biarkan saja.....bila ada yang ingininya.
Suara.....
Sebaiknya engkau pergi saja.
Biarkan tetap sunyi disini.
Biarkan kupeluk antara kosongnya.....
Karena engkau ada pun tetap bergeming, menolehpun sudah enggan.
Rasa.....
Cukupkan dengan yang kau terima.
Meski akhirnya ada bagianmu yang berontak.
Tapi sudahlah.....hanya akan lebih dalam menghujam hati.
Akan terus berdarah sampai mati.....
Jangan lagi kau inginkan jawabnya.
Angin.....
Bebaskan jiwa ini dari segala rasa.
Jernihkan kembali bumiku yang mulai keruh.....
Aku tetap ingin pijakinya, aku masih ingin diantaranya.
Tenggelamkan semua.....
(kind of promises)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar