Selasa, 03 Mei 2011

Langitku sebut namamu...





Saat mentari nampak “enggan” mengundurkan diri…
(atau aku yang masih ingin nikmati sinarnya?)…
Pada langitnya kulihat semburat jingga nan lembayung.
Aku tetap diam memaku, hingga dia benar-benar membenamkan diri.
Saat khusuk dalam wajib dan do’a.
Saat sujud dalam rendah dan papa.
Hanya rajutan do’a-do’a pada akhirnya untuk orang-orang yang kucinta.
Tak terkecuali dirimu...
(ah..nama itu masih sangat sulit untuk kuucapkan)
Tapi kenapa aku merasa hangat dengan hanya memikirkan namanya saja?
Aku merasakan kerinduan untuk melihatmu.
Aku merasakan keinginan untuk mendengarmu, mendengar tawamu.
Sedang apa kau sekarang, sayang?
Apakah langit disana sudah pekat seperti malamku kini?
Apakah engkau menyebutku dalam semua do’a-do’amu?
Apakah engkau merasakan aku?
Aku tengadah...
Aku sudah berair mata bahkan saat do’a itu belum terucapkan.
Ya Rabb, kuatkanlah hambaMU ini.
Berikanlah padaku sifat sabarMU itu.

*really me....heem ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar