oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 07 Desember 2010 jam 14:14
Engkau terlihat lelah..... meski kau tetap lincah namun sorot tatapmu tak bisa sembunyikan rasamu.....
Aku tahu karena jiwaku terpenuhi hadirmu.
Jangan paksakan langkahmu.....menepi disini bersamaku.
Tak ada pohon untuk bersandar, tak jua ada daun-daun peneduh.
Jangan risau sayang, berlindung saja dengan kerudung ini.....
Bersandar.....percayakan padaku saja.
Tangan kecilmu kadang menggapai sentuhi wajahku.....
Apa yang kau lihat ? Engkau lebih indah dari inginmu.....lebih cantik dari segala pintaku.
Tak ada yang bisa ingkari hadirmu, tak seorang pun.....tiada apa pun.....
Hati ini, meski penuh sesak dengan luka nyata namun selalu ada ruang untukmu....tak tersentuh sedih, tak terjamah duka.
Jiwa ini akan jagaimu.....raga ini selalu berharap bersamamu.
Kita singgahi rumah besar itu yah sayang.....tapi aku berharap tidak akan tinggal di dalamnya.
Karena aku tahu, pertolongan buatmu akan terasa sakitnya olehmu jua aku.
Mereka menusuk lenganmu.....mengambil darahmu.....
Ya Allah, jarum itu.....aku hancur melihatnya, aku merasa tak sanggup.
Aku menangis kala jeritmu memekik, aku tahu rasamu.....
Cukup ! Jangan buat dia lebih sakit lagi.....!!
Segerakan saja semua ini !!
Tenang sayang, peluk saja diriku.....
Mereka bukan jahat, meski banyak melukaimu.....
Inilah cara mereka memperlakukan kamu demi sembuhmu.....
Dan kau kuat sayang, bahkan kuatkan diriku.
Kau tak menyerah pada angka-angka itu.....aku pun tidak mau dirimu hanya pelengkap data-data mereka.
Engkau nyawa yang tak bisa terabaikan.....
Engkau jiwa yang tak mungkin tertelantar.....
Mereka harus tau tu.....jua dirimu.
Sayang, karena kuatmu, berkat sabarmu engkau tak harus tinggal pada satu kamar.....yang aku tahu telah dipersiapkan untukmu.
Kita kembali jalan yah Nak....biar kusangga bebanmu, biar kutopang sakitmu.....
Tak akan tinggalkanmu, tidak sekarang pun selama aku mampu pijaki bumiku.....bahkan demi masa lalu tetap tak akan lepaskanmu.
Heem, kini mulai kau rasakan sejuknya.....
Tampak redup tapi binar itu perlahan menyeruak.
Terlihat goyah, namun pelan-pelan tiada menyerah....
Lindungi kami Ya Rabb, jalan untuk kami semoga selalu terahmati.
Hanya terus mencoba lewati apapun ketetapanMU....dengan sabar dan ikhlasku.
Berikan saja bahagianya.....bahagia little Keisha.
1 Muharram....terangkat segala kekhawatiran dan ketidaktenangan.
Engkau tersembuhkan Kei...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar