oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 04 November 2010 jam 12:58
Disini aku pernah berteduh………..kini pun aku berteduh disini.
Bukan tak berani ku terobos tembusinya...........
Aku hanya ingin berhenti saja.
Sedikit lelah dan berharap pada bahu untuk redakannya.
Namun tetap saja kurasakan basahnya......dan tak terbendung jiwa ini rasainya.
Kala reda pun aku masih tak beranjak dariku berdiri.........
Aku tenggelam.............masih bersamamu.
Dan suara kecipak dari kolam di tepian gugah sadarku.
Heem.............
Kutatap genangan airnya......keruh namun tampak gulungan awan yang masih menghitam.
Aku harus jalan kembali..............
Tujuanku masih jauh.
Ringan langkah pada ringkih raga...........muhasabah pada tiap pijakannya.
Aku tahu matahari bersinar kini.
Angin pun masih hembuskan sejuknya.
Masih ingin mengangkat segala duka.........semua lukamu.
Masih ingin seka tetes-tetes darah itu...........
Masih ingin selubungi hati dan terbangkan jiwamu.
...........................................................................................
Mungkin tak kau lihat hempasannya walau kau rasakan tiupannya.
Mungkin kau lebih perhatikan pasir-pasir diujung sepatumu.
Lebih mendengarkan burung yang bersuara gelitik pendengaranmu.
Lebih tertarik pada bunga yang menebarkan aroma wangi disekitarmu
………………………………………………………………………………………………..........
Namun angin tak akan berhenti mengalir……….
Tak menyerah untuk sapukan sepoinya.
Berharap padamkan api yang terus menggerus dan hanguskan tiap impian dan harapanmu.
Angin tetap akan ada...........diminta atau pun tidak.
Angin tetap akan disekitar.............ditolak apalagi diminta hadirnya.
Angin pasti ada.
Percayalah.......................
Biar kutuntun langkahmu untuk menuju arahku
Biarkan angin menyatu dalam rinaiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar