oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 12 Oktober 2010 jam 14:22
Waktu tidak lagi menjadi hitungan hari…….
Semua kelam…..nyaris pekat bahkan.
Bisakah lagi terbenahi hingga terbentuk pelangi ?
Sepi tak lagi hanya milik diri…..dan jiwa ini pun masih mampu pahami lagi.
Bahkan sulur-sulur itu masih ingin sejajari matahari……..
Aku hambaMu Ya Rabb……. Aku hanya makhlukMu……….
Aku ingin diantara mereka kini………antara langkah-langkah tertatih dan timpang.
Diantara derit kursi roda dan derak-derak besi pada lantainya.
Itu penyangga…….ku yakin itu hidupnya.
Dan aku terlalu takabur memaknai diri………karena aku juga hanya mereka.
Yang kadang masih berlindung jua dari tatapan asingnya.
Tempatmu bukan disini !!..........
Aku dengar hardik pada sorot matanya.
Ya Rabb………aku hanya ingin bersamanya.
Berharap bisa temukan jalanMu bila dengannya………
Berada antara rengkuh kokoh lengan-lengannya.
Berpegang hanya padanya saja………….
Tiap ruh pun mendamba……..
Hanya agar bisa dijaganya……..
Semua kelam…..nyaris pekat bahkan.
Bisakah lagi terbenahi hingga terbentuk pelangi ?
Sepi tak lagi hanya milik diri…..dan jiwa ini pun masih mampu pahami lagi.
Bahkan sulur-sulur itu masih ingin sejajari matahari……..
Aku hambaMu Ya Rabb……. Aku hanya makhlukMu……….
Aku ingin diantara mereka kini………antara langkah-langkah tertatih dan timpang.
Diantara derit kursi roda dan derak-derak besi pada lantainya.
Itu penyangga…….ku yakin itu hidupnya.
Dan aku terlalu takabur memaknai diri………karena aku juga hanya mereka.
Yang kadang masih berlindung jua dari tatapan asingnya.
Tempatmu bukan disini !!..........
Aku dengar hardik pada sorot matanya.
Ya Rabb………aku hanya ingin bersamanya.
Berharap bisa temukan jalanMu bila dengannya………
Berada antara rengkuh kokoh lengan-lengannya.
Berpegang hanya padanya saja………….
Tiap ruh pun mendamba……..
Hanya agar bisa dijaganya……..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar