Selasa, 03 Mei 2011

KAMIS-ku.... 3 MARET-MU (KUBANG HATI DAN PIKIRKU)


oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 06 Maret 2011 jam 0:18


Aku bangun dengan kekuatan antara lemahku.... Dua malam sebelumnya aku tidak bisa tidur karena berpikir tentang keadaan tubuhku dan keluargaku, terutama gadis kecilku.
Ada tanda yang membuatku takut untuk terima nyataku....aku sakit. Aku cari informasi sebanyak-banyaknya di internet, dan itulah yang buat aku merasa takut...
Karena semakin tahu banyak, aku justru semakin takut.Selalu bayangan buruk yang muncul, bahkan yang terburuk sekalipun...
Dan tiap lihat lelap tenang gadis kecilku, aku menangis...Aku berdo'a untuk bisa bertahan lebih lama lagi...aku meminta untuk tetap bersamanya hingga besar nanti...
Aku sudah bulat untuk mengetahui sakit ini....Lebih baik tahu pastinya dari pada bermain dengan bayangan sendiri, yang hanya ketakutan yang dihadirkannya...
Tak kuremehkan lagi sakit ini...Tak berlaku lagi diagnosaku sendiri padanya.

Aku antri di Puskesmas karena harus punya rujukan untuk dilayani di RSUD sebagai peserta Askes.Aku dapat antrian no 7.
Selama menunggu panggilan, kuamati mereka yang senasib denganku...Disebelahku, ada anak kecil yang digigit anjing di pipinya.Heem, memang sedang mewabah rabies disini....telah banyak jua anjing-anjing yang dieliminasi, namun tetap saja ada laporan orang meninggal karena rabies.
Di barisan tempat duduk yang lain, ku saksikan kakek-kakek renta....dan yang buat aku tak habis pikir, tak ada siapa yang temaninya...
Ku lihat jua anak kecil dalam gendongan ibunya, dia selalu berteriak....ngoceh tepatnya, karena bermain-main dengan bawaan ibunya.Ahh, seketika pula aku teringat gadis kecilku di rumah...
Aku dengar nomorku disebut.Aku menuju loket dan kubilang minta rujukan...Lagi-lagi aku harus menunggu untuk diperiksa karena dokternya belum tiba.
Aku berkutat kembali dengan pikiran-pikiranku, pada gadis kecilku di rumah.
Namaku dipanggil, aku masuk ke ruang periksa.Sebelum pemeriksaan, kusempatkan untuk menimbang diri, iseng-iseng sebenarnya...Dan betapa kagetnya aku demi melihat jarum timbangan berhenti di angka 42...Ini timbangannya yang salah atau memang naik beratku ?Padahal aku merasa baju dan celana semakin longgar...Terlepas benar salahnya, tetap saja jadi sedikit hiburan dalam diriku..
Tekanan darahku normal...perawat berjilbab yang memeriksanya.Dan waktu berhadapan dengan dokter, aku segerakan memberitahu semua yang kurasakan, dan segala yang terjadi 2 hari kemarin.Dan diagnosa awal...sungguh mengejutkan.Ya Allah, jika benar itu sakitku, maka pengobatannya akan berat.Tanpa kuminta pun dokter langsung merujukku...
Aku ke loket untuk mengambil surat rujukannya dan kembali ke dokter untuk rujukan dan diagnosanya, lalu kembali lagi ke loket.Sedikitpun tak kumengeluh...

Aku menunggu angkutan di seberang Puskesmas...kira-kira 10 menit aku menunggu.Aku berdo'a demi kelancaran dan keselamatan perjalananku saat berada di angkot.
Selama di jalan, pikiranku hanya tentang sakitku....dan akibatnya yang jauh tidak hanya padaku, tapi juga keluargaku...lebih-lebih gadis kecilku...
Lalu tiba-tiba terdengar teriakan...Dan sekian detik kemudian terjadi benturan yang sangat keras...Aku baru sadar apa yang terjadi setelah kurasakan sakit di kakiku....dan keributan orang-orang yang dengan cepat sudah berkumpul.
Angkutan yang kunaiki menabrak truk yang bermuatan batu.Seketika aku gemetar, aku tak ingin melanjutkan perjalanan...Aku ingin segera pulang dan mendekap gadis kecilku erat...
Ya Rabb...Kau masih melindungiku, Kau masih menjagaku...Namun aku juga ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi padaku, maka kuputuskan untuk melanjutkannya saja...tak kurasakan sakit di kakiku.
Dan jalanku kali ini penuh dengan bayangan tidak baik...Sekian pertanyaan singgah, dan semuanya menambah kecemasanku.Dan aku bersyukur, aku selamat sampai RSUD.

Disinilah perjalananku yang sesungguhnya...Aku antri di loket dengan nomor b-091.Untung tidak begitu ramai...dan aku segera terlayani disana..
Aku memutar, karena poli bedah ada dalam bangunan di depan loket, poliklinik A.
Saat mau masuk, aku berpapasan dengan dokternya, beliau bilang untuk menunggu sebentar.Aku tau benar beliau adalah dokternya, karena sakitku yang dulu, beliau jua yang memeriksa dan menanganiku...
Dan demi Tuhan, aku tak sanggup ketika memasuki ruangannya...seketika tercium bau yang membuatku mual dan sesak...dan kuputuskan untuk menunggu di luar saja.
Satu persatu pasien yang cukup teratasi oleh perawat keluar ruangan.Aku masuk untuk administrasi...Dan ada mahasiswa yang praktek jua disana...dengannyalah kuungkap gejala dan tanda yang terjadi padaku.Tapi tindakan selanjutnya, tetap menunggu pemeriksaan dokter...
Aku keluar saja, karena dari tempatku menunggu aku akan tahu kalau dokternya memasuki ruangan.Lumayan lama aku menunggu...dan lagi kuamati pasien-pasien yang menanti divonis oleh dokter.Wajah-wajah murung terluka...entah apa sakitnya.Aku hanya bisa memahami rasanya saja.
Kulihat dokter masuk ruangan, aku pun ikutinya...Dan aku langsung dihadapkan padanya.Beliau membaca medical record hasil interviewku dengan si mahasiswa.Dan aku disuruh ke ruang periksa...
Ada 2 tempat tidur, dan aku memilih yang dekat pintu masuk.Dan aku pernah diperiksa pada tempat tidur satunya lagi...Masih teringat jelas kejadian kala itu.
Perutku ditekan-tekan pada beberapa bagiannya.Ada sakit yang begitu menusuk.Lalu digunakan stetoskop pada bagian-bagian perutku tadi.
Pemeriksaan selesai...dan aku diberi pengantar untuk test darah, test urine jua rontgen.
Aku memilih lewat tengah saja biar tidak kepanasan.Untuk itu aku harus menaiki tangga ke lantai 2...setelah keluar gedung ada beberapa anak tangga lagi untuk menuju laboratorium.
Disana lumayan ramai...tempat tunggu penuh, dan juga pasien-pasien yang duduk di kursi roda, pun terbaring lemah di tempat tidur dorongnya...
Aku segera ke loket, dan kupilih untuk test darah dulu.Aku langsung disuruh untuk masuk.
Aku menaikkan lengan bajuku yang sebelah kiri...karena biasanya di lengan itu mereka mengambil darahku.
Kuperhatikan saja petugasnya...dengan sigap mempersiapkan alat-alat yang diperlukan.Diambilnya dua tabung, tempat darahku nanti, dan diberi label namaku.Diambilnya jua satu botol kecil untuk menampung urine.
Lenganku diikat, tanganku diminta mengepal dan setelah terlihat ototnya, pada bagian itu diolesi alkohol.Dan aku memalingkan wajah ke arah lain...aku menolak melihat jarum itu menusukku, apalagi saat darahku disedot.
Namun tak lama, petugasnya bilang..."Aduh, kowq pecah ini.."Aku terpaksa menoleh, kulihat darah sudah banyak dilenganku, dan ditabung suntiknya baru sedikit...dan kini bagian itu sakit dan membiru, juga agak mengeras.
Ya Allah, biasanya juga sekali langsung berhasil, tapi kini harus 2 kali...aku bahkan berpikir, kalau nanti di kanan tidak berhasil jua, harus dimana lagi yang disuntik untuk dapatkan darahku ?Dan pikiranku jua kembali pada tabrakan tadi.Ya Rabb...pertanda apa ini ??
Kala ujung jarum mendekati lengan kananku, aku lagi-lagi menolak melihatnya.Aku tak rasakan apa-apa, namun aku gemetaran setelah bekas suntikannya ditutup plester.Aku mencoba untuk tidak cengeng...tidak rasai sedikitpun rasanya.
Lalu aku ke toilet untuk mengambil urine.
Waktu kuserahkan botolku, saat itu jua namaku dipanggil petugas.Aku mendekat dan ternyata disuruh untuk rontgen dulu.
Tempat rontgen satu gedung dengan lab. jadi tidak perlu jalan jauh.Aku berikan selembar kertas pada petugasnya.Dibacanya sebentar, lalu dipanggilnya rekannya diruang sebelah...
Subhanallah, perempuan cantik berjilbab mendekatiku dan tersenyum.Aku ikuti segala instruksinya...aku tidak malu melepas sebagian bajuku dan memperlihatkan auratku karena beliau mahramku.
Kami sedikit berbincang, dan aku sangat senang, karena aku melihat semakin banyak perempuan berhijab di instansi pemerintahan disini.
Hanya beberapa detik perutku tersinari, tapi aku merasa tangan kananku seperti teraliri listrik, namun rasanya menggelitik seperti kesemutan...
Lalu aku harus menunggu hasil semuanya tadi keluar.Satu nama dipanggil, dua pasien datang...petugasnya saja sampai heran. "Tumben ramai pasien hari ini..."Dan dalam hati aku bilang...sakit tidak tahu hari raya, karena bila berkuasa memilih, mereka pasti akan memilih untuk kumpul dengan keluarga, melewatkan dan merayakan hari raya diantara orang-orang yang disayangnya dan mencintainya.
Lama juga hasilnya keluar...khawatirku, saat aku kembali dokternya udah keburu pulang.Aku hanya bisa perhatikan mereka yang lalu lalang.Pasien dan perawat datang dan pergi...Semua sibuk...aku pun sibuk dengan pikiranku sendiri.Ku abaikan sms yang masuk, ku biarkan telpon tetap berdering kecuali dari keluargaku.Dan aku tetap miliki harapan yang terbaik untuk mereka.
Yang keluar terlebih dulu adalah hasil rontgen...lalu aku bertanya pada petugas lab. apa hasil test atas namaku udah keluar ? Dan petugas bilang belum, masih satu yang belum selesai di test.
Aku kembali duduk...kembali menunggu dan mengamati sekitar...
Namanya saja tempat publik, apalagi Rumah Sakit...siapa pun bisa kita jumpai, dan apapun bisa saja terjadi..
Ketika datang pasien yang tergolek lemah, terpasang selang oksigen dan terus mengaduh, timbul sedihku...aku membayangkan dia adalah bagian hidupku...tergambar bila dia adalah mamaku...Kesini tujuannya untuk rontgen...dan kuperhatikan lagi, kuingat-ingat dengan mampuku siapa yang mendampinginya...
Ya Rabb...dia adalah supir angkot kota yang sering antarkan aku dulu dari terminal ke kampus...tapi dia tak kenali diriku yang sekarang.Tak apa, aku tahu hati dan pikirannya sedang kacau.
Dia bercerita sedikit tentang keadaan istrinya...dengan tiba-tiba mengeluh sakit dipunggung, tidak bisa bangun dan sekarang sesak nafas...Ya Allah, berikan kesembuhan padanya, begitu pun dengan pasien-pasien lain...

Aku bergegas menuju poli bedah saat hasil serangkaian test tadi sudah dalam genggaman...kulalui jalan yang sama ketika ke lab.Aku berdo'a semoga dokter masih ada diruangannya.
Iyah, beliau masih disana...dan segera kuserahkan hasilnya pada perawat untuk dilanjutkan pada dokter.
Dokter bilang, hasil test darah normal....test urine juga sangat normal.Lalu dipasangnya hasil rontgen...dan terlihat struktur tulangku...Aku lalu dirujuk ke poli Orthopedi...(sudah lama aku tak mendengarnya........)
Aku naiki tangga itu lagi, karena polinya berada dibelakang loket...melewati apotik jua..
Sampai disana...ruangan sudah sepi...Lalu aku kebagian informasi...petugas bilang, dokternya ada operasi. Dan mereka menghubungi poli bedah via telpon untuk memberitahukan hal ini.
Aku diminta kembali ke poli bedah....dan kembali menuruni tangga ke lantai 1.
Untuk sementara dokter meresepkan 2 macam obat, dan hari Senin langsung saja ke poli Orthopedi...
Lagi-lagi aku naik ke lantai 2, keluar dari bangunan dan ikut antri dengan para penebus resep.
Sudah sangat siang...dan aku sangat haus...Namun kutahan untuk minum dirumah saja, sama sekali tidak ada keinginan untuk membelinya di kantin atau dagang yang berderet sepanjang trotoar depan rumah sakit...aku benar-benar ingin cepat pulang.
Setelah terima obatnya, aku keseberang dan menunggu angkot untuk keterminal.
Bertepatan dengan jam pulang sekolah, dan angkot sesak dengan murid-murid.Bahkan sampai ada yang duduk dipintu angkot.Mereka bercanda, tertawa, bicara tentang pelajaran, bicara tentang lawan jenis...dan kuperhatikan saja cerianya.Dan aku adalah penumpang terakhir yang turun...
Tak harus menunggu lama, aku sudah nyaman berada dalam angkot yang akan membawaku pulang.
Aku merasa capek...bolak balik naik turun tangga, apalagi akibat tabrakan tadi pagi, membuat kakiku berdenyut ketika diistirahatkan seperti ini.Aku ingin cepat dirumah, ingin peluk gadis kecilku...ingin istirahatkan lelah lahir bathinku...Meskipun aku pulang dengan tidak tahu pasti apa sakitku...

Aku membelikan gadis kecilku jajan, karena esok mulai libur....sebagai bekal Nyepi karena tidak ada yang jualan kala nanti.Aku juga belikan bola durian, agar tidak selalu rebutan dan mengalah dengan kakak..Lalu aku menunggu ojek...dan sangat lama aku menunggunya.Menanti hasil lab. saja tak begini lamanya...
Dan ada kesejukan yang menyergap ketika kuucapkan salam dan gadis kecilku menjawab sambil berlari menyongsongku.
Senyumnya menyambutku dan panggilannya yang manja meredakan letihku seketika...
Aku ganti bajuku, mencuci wajah, tangan dan kakiku...lalu aku bermain-main dengan gadis kecilku.
Kupeluk dirinya erat, dan diapun peluk aku, menepuk-nepuk punggungku...
Kuceritakan ceritaku ini pada gadis kecilku, jua Bapak dan Mama'...
Alhamdulillah....aku semakin berani kini.Aku lewati hariku ini sendiri...aku sudah terbiasa dan dibiasakan untuk mandiri.
Kulewatkan hari tadi dengan menunggu, menunggu dan menunggu...Dan apapun hasilnya, itulah nyata setelah usaha.
Begitulah adanya hidup dan kehidupan...Menunggu Ketetapan Allah setelah kita berusaha...Menunggu takdir yang diberlakukanNya pada umatNya setelah ikhtiar yang tak berputus.
Aku berserah atas diriku...aku berserah untuk hidup dan matiku.
Dan sekarang, aku masih bernyawa...masih ada kesempatan untuk berbhakti jua mengabdi, melakukan sebaik-baik peranku, sebagai anak, istri dan ibu...
Tidak ada yang sia-sia meski kadang anggapan buruk yang ada.
Tidak selamanya berarti atas usaha-usaha yang terjadi.Namun dari situlah aku bisa tahu, bagaimana aku dan mereka.
Aku tak sempurna menurutku, tapi kadang diinginkannya sempurnaku...dan bila itu tiada, hanya akan tersakiti rasa...
Apapun diagnosa dokter nanti...apapun vonisnya nanti tak akan kuingkari.
Kini hanya bisa menunggu...Bukankah kita semua sedang menunggu jua ?Menunggu tibanya waktu batasan kita ada di dunia...
Menunggu maut yang akan tempatkan kita pada keabadian hidup...
Bersabarlah teman...bukan hanya dirimu yang menderita.
Bila engkau mengetahuinya, setiap makhluk menanggung bebannya masing-masing.Dan bisa saja lebih sarat dari pada yang kau tanggung di pundakmu.
Teruslah syukuri dengan ikhlas, karena coba Allah adalah sayangNya padamu...
Tiada sakit dan penderitaan kecuali Allah ampuni dosa-dosa yang lalu...
Tetaplah semangat teman, jadilah jiwa yang hidup dan bermanfaat untuk mereka yang tercinta...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar