oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 09 Desember 2010 jam 9:01
Berada pada jalanku kini, tampak sunyi.....dan aku nikmati.
Sekilas samar kelebat bayangan.....
Aku merasa mengenalnya, aku merasa (pernah) akrabinya.....
Bahkan ketika ujung hidungmu sentuhiku.....tercium nafasmu kala dini itu.....
Benar saja itu dirimu.....
Dan dalam letih ini, aku hanya bisa pandangimu.....
Hanya mampu merasa tanpa upaya apa-apa.
Tidak sekarang.....
Karena engkau pun tak sanggup berhenti sekedar sapa tatap ini.
Biarlah.....tak akan kukejar bayangmu berlari.
Tak kan kuhentikan langkahmu bergegas.....
Biar saja kugenggam janji hati suci.....itu yang akan membawamu untuk redakan segala rasa, menjadi sandaran semua asa.....
Tak pelak hanya sendiri yang mesti kusinggahi.
Tapi bukan lagi hampa.....tak lagi kosong.....
Karena ada pijar binar yang temani tiap tapak yang kujejakkan.
Terdengar pekik ceria yang menyemangati titian duka....
Terasa sentuhan yang menghangatkan jiwa.
Senyum itu, membalut luka hingga tak terasa.
Tatapan itu, menutup rongga hingga mampu terlewati semua....
Aku telah bersama malaikatku.....dan tak ada yang bisa gantikan rasaku kini.
Dan bumiku tak lagi kerontang, tak jua hadir dahaga berkepanjangan.....
Angin masih (mampu) sapukan sepoinya, hujan pun kadang menengahi antara rapuhnya.
Semua kuatkanku.....semua akan antarkan aku kepada RidhoMU.
"Tunggu saat dd lebih siap....Q selalu berharap yang terbaik"
antara 20-21 pada 1711
(Aku ingat itu.....aku ingat semuanya)
Sekilas samar kelebat bayangan.....
Aku merasa mengenalnya, aku merasa (pernah) akrabinya.....
Bahkan ketika ujung hidungmu sentuhiku.....tercium nafasmu kala dini itu.....
Benar saja itu dirimu.....
Dan dalam letih ini, aku hanya bisa pandangimu.....
Hanya mampu merasa tanpa upaya apa-apa.
Tidak sekarang.....
Karena engkau pun tak sanggup berhenti sekedar sapa tatap ini.
Biarlah.....tak akan kukejar bayangmu berlari.
Tak kan kuhentikan langkahmu bergegas.....
Biar saja kugenggam janji hati suci.....itu yang akan membawamu untuk redakan segala rasa, menjadi sandaran semua asa.....
Tak pelak hanya sendiri yang mesti kusinggahi.
Tapi bukan lagi hampa.....tak lagi kosong.....
Karena ada pijar binar yang temani tiap tapak yang kujejakkan.
Terdengar pekik ceria yang menyemangati titian duka....
Terasa sentuhan yang menghangatkan jiwa.
Senyum itu, membalut luka hingga tak terasa.
Tatapan itu, menutup rongga hingga mampu terlewati semua....
Aku telah bersama malaikatku.....dan tak ada yang bisa gantikan rasaku kini.
Dan bumiku tak lagi kerontang, tak jua hadir dahaga berkepanjangan.....
Angin masih (mampu) sapukan sepoinya, hujan pun kadang menengahi antara rapuhnya.
Semua kuatkanku.....semua akan antarkan aku kepada RidhoMU.
"Tunggu saat dd lebih siap....Q selalu berharap yang terbaik"
antara 20-21 pada 1711
(Aku ingat itu.....aku ingat semuanya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar