oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 22 April 2010 jam 14:57
Genggaman tanganmu erat dan seolah berkata “jangan pergi!”
Jemari kecilmu mencengkeram kuat dan seakan berucap “tetap disini temaniku!”
Kaki-kakimu lincah menghentak bumi.
Tangan-tanganmu terangkat tinggi menggapai pasti.
Namun kadang hanya tangisan yang kudapati.
Siangku adalah harimu.
Malamku adalah milikmu.
Lalu bagiku?
Heem, tak ada waktu untukku, baik siang dan malamnya.
Aku lelah…
Sangat letih.
Tapi senyumanmu itu buat aku merasa baik-baik saja, semuanya…
Sekarang aku merasakan sakitmu.
Aku mengerti arti tangismu.
Aku paham apa inginmu.
Aku penuhi genggaman dan cengkeramanmu itu.
Tenanglah, aku tidak akan tinggalkanmu.
Tidurlah, aku akan jagaimu.
Aku tidak akan kemana-mana sayang….
Bermainlah sesukamu.
Aku akan awasimu, menuntun dan selalu bimbingmu.
Menyeka peluh dan singkirkan debu.
Aku tahu kamu akan kuat, pasti kuat.
Tapi aku tidak sedikitpun memalingkan pandanganku darimu.
Aku ingin pastikan kamu tidak tersentuh duka dan sedih.
Bicaralah sayang, selamanya aku akan dengarkan.
Menangislah…
Acungkan tinjumu…
Tunjuk bintangmu…
Ikuti ia menuju harapmu…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar