oleh Gevi Gesha L'Keisha pada 04 Mei 2011 jam 13:33
Aku kadang berpikir, kenapa bisa begitu dekat dengan orang lain selayaknya saudara sendiri ? Aku juga selalu berpikir, bagaimana mungkin aku dan mereka bisa seakrab ini tanpa pernah bertemu ?
Tapi seiring bergantinya hari, aku jadi tahu kenapa semua yang terpikirkan itu bisa terjadi ? …
Ada banyak hal yang mempengaruhi kualitas pertemanan….salah satunya adalah kualitas hidup kita sendiri. Bagaimana kita menyikapi hidup dan bagaimana tingkat kedewasaan kita ? Semua lingkar yang terlibat dalam hidup kita sangat berperan dalam membangun pribadi kita…namun kualitas hidup pribadi-pribadi yang terlibat tetap menentukan apakah hubungan itu akan baik, tetap berjalan atau kandas begitu saja…. Dan sekali lagi, waktu yang akan mengujinya.
Setiap hubungan, apapun bentuknya, harus memasukkan rasa “saling”…. Saling menghormati, saling menghargai, saling menjaga perasaan….dan kalau itu sudah tertanam akan menyusul saling-saling yang lainnya….saling ledek, saling hina, saling olok (dan itu akan dengan sendirinya keluar tanpa ada yang tersakiti…:D)
Bahkan akan muncul “ketergantungan” karena kebiasaan yang kita lakukan sehari-harinya bersama mereka….kita jadi merasa sepi tanpa kehadirannya (chat dengan berbagai fasilitas yang tersedia) kita jadi ingin tahu apakah mereka baik-baik saja (bila terbaca “keluh” pada status yang dibuatnya).
Tapi aku pribadi, mencoba membatasi dengan kehidupan mereka, karena aku sadar tidak semua orang nyaman membicarakan hal-hal pribadi yang memang seharusnya terturupi rapat-rapat. Namun aku juga tahu “berbagi itu indah” paling tidak akan melegakan dan sedikit mengangkat beban yang seakan-akan menghimpit dan menyesakkan dada.
Tak sedikit yang cerita dan aku akan menjaganya sebaik-baik percaya kalian padaku untuk menggenggam kisah hidup kalian itu. Aku merasa berempati, dan mungkin aku tidak bisa selalu menunjukkan jalan keluarnya, namun setidaknya aku bisa kembali mengangkat hati dan pikiran kalian untuk tetap bersemangat menjalani hidup…
Mungkin aku hanya bisa bicara, dan aku pun tidak memaksa untuk didengar….bila kalian menilai itu baik untuk hidup kalian, maka lakukanlah, namun bila dirasa tidak benar maka abaikan saja.
Aku bukan orang bijak seperti yang pernah tersebutkan…. Aku hanya bilang apa adanya, seperti yang kupikirkan dan apa yang diucapkan kata hatiku saja.
Pengalaman akan membentuk pribadi yang kuat, itu bagi mereka yang mau belajar. Dan aku berusaha selalu mencerna apa yang yang terjadi dan mengingat bagaimana reaksi semua pihak yang terlibat.
Sakit memang kerap menyergap…aku pun tak malu mengakui bahwa diriku cengeng. Aku menangis tiap berkeluh padaNya, dan aku hanya bisa diam dengan sabda-sabda suci yang aku resapi selama ini.
Allah menyayangi umatNya dengan cobaan-cobaan dan aku tahu aku harus bersabar, begitu pun kalian.
Aku sudah kenal dengan sakit bahkan sebelum aku tahu apa makna sakit yang sebenarnya…. Aku tidak menolak karena aku tahu ini bukan pilihanku. Aku hanya harus tetap berjalan saja dengan kuat yang telah Allah tetapkan padaku. Dan Allah Maha Tahu….dengan tepat Dia ukur kemampuan tiap-tiap hambaNya. Jadi berdo’alah minta kesabaran lebih, karena sesungguhnya kita mampu hadapinya….hanya masalah waktu saja, karena itu harus bersabar.
Berserah adalah bentuk kepasrahan setelah berusaha…dan apapun hasilnya kita harus bisa terima dan jua ikhlas. Karena Allah pasti hanya memberi yang terbaik pada umatNya, meskipun itu kalian rasa buruk.
Heuheuuuu…..jadi ngawur kan, bicara soal pertemanan malah sampainya ke kepribadian. Tapi itu juga ada hubungannya loh. Seperti yang aku ungkapkan di awal, kualitas pertemanan ditentukan jua oleh kualitas pribadi kita.
Disini aku hanya ingin mengajak kalian, teman-temanku, saudara dan keluarga yang kusayangi untuk tetap belajar menjadi pribadi yang dewasa dalam segala hal. Ikhlas dan sabar menerima tiap cobaan dan ujian, karena sesungguhnya kalian mampu menjalani semuanya. Memintalah hanya pada satu-satunya yang bisa memberi. Satu yang Esa yang menguasai hidup dan kehidupan kita.
Dan ketahuilah, andai saja kalian tahu….di luar sana, ada banyak pribadi yang menangis karena penderitaan dan ketidakmampuannya, ada keluarga yang khawatir dengan keadaan anak atau orang tuanya yang sakit, ada anak-anak yang harus berjuang meskipun belum saatnya hanya untuk mengisi perutnya.
Kita jauh lebih beruntung meski dengan masalah-masalah yang kita hadapi….lihatlah wajah polos baby kita, cerianya, tingkah lucunya, segala ocehannya, sehatnya… apakah itu belum cukup menggambarkan betapa besar nikmat Allah yang tercurah pada kita ?
Heheee…..jadi ustadzah dah sekarang….:p
Tidak, aku tak pantas menyandang itu….aku hanya bilang apa yang ada di kepalaku saja sekarang. Gak tahu nih, kesambet darimana tadi ? :))
Aku sudahi saja deh, daripada kelamaan malah ada yang eneg nanti….:D
Aku menyayangi kalian, karena aku mengenal kalian sebaik kalian mengerti tentang aku. Terimakasih teman, persahabatan ini begitu berarti bagiku…banyak nilai yang bisa kubawa untuk membangun diriku sendiri. Meski cengeng tapi aku kuat hadapi segala kemungkinan dalam hidup…ini pun berkat kalian…:)
Semoga Allah yang Maha Mengetahui meridhoi ketulusan persaudaraan kita, dan terjalin silaturahim hingga akhir kelak. Semoga bisa terlanjutkan pada baby kita jua….
Aamiin Ya Rabb…
Sudah ah….
:D
IOU
:-*
Iya Gevi.. Amin.. semoga yah sahabatan sampe anak2.. Bahasanya Gevi bikin larut nih bacanya, like this..
BalasHapusheheuuuu....gv ajah g yakin pernah menuliskannya, tp begitulah....:p
BalasHapus